Home / 18+ / Gairah Tinggi Guru Binal Pemuas Nafsu

Gairah Tinggi Guru Binal Pemuas Nafsu

Gairah Tinggi Guru Binal Pemuas Nafsu

Aku berprofesi sebagai guru di SD mengajar di kelas 2 SD. Nama saya Bu Jesika mengajar matematika aku berusia 30 tahun sudah berkeluarga dan memiliki 1 anak perempuan yang berusia 5 tahun setiap tahun aku selalu berpindah tempat mengajar, hal sepele yang membuatku pindah yaitu mengganggu rumah tangga orang aku terkenal sebagai penggangu guru laki-laki yang ada disekolahan.

Aku guru yang selalu berpenampilan rapi make up teal wajahku juga cantik, banyak yang ngiri kalau lihat aku hehe. Aku bekerja untuk diriku sendiri jadi ya cuek aja banyak yang menggunjing aku tentang sifatku yang sering menggoda guru laki-laki yang berusia tua maupun muda suamiku tidak bekerja karena sakit-sakitan hanya aku yang mencari nafkah di keluarga.

Dia pun tidak tahu kalau aku berselingkuh taunya aku sering dipindah karena di sekolah kekurangan guru. Suamiku sakit struk di usia yang sangat muda 35 tahun dulu dia bekerja di kantor, tetapi keadaan yang tidak memungkinkan lagi untuk bekerja. Kalau aku kerja suamiku dirawat ibunya anakku di bawa pembantuku memuaskan nafsu saja sudah tidak bisa penisnya tak dapat bereaksi apapun.

Ya mau gimana lagi aku harus mencari pemuas nafsuku gairah seksku sangat lah tinggi kalau nggak cari pelampiasan aku bisa gila. Gajiku yang nggak seberapa, hanya buat makan dan membayar angsuran itu tidak cukup aku dipindah di SD yang sangat terpencil dari rumah pun jauh disana aku mendapat rumah dinas yang aku tempati.

Suamiku di rumah ikut dengan ibunya, karena nggak mungkin aku membawa dia ke rumah dinas yang sangat jauh. Mobil saja tidak bisa masuk hanya mengendarai motor jalannya jelek banget anakku tinggal bersamaku pembantu aku bawa ke desa sesekali kalau ada waktu aku pulang ke rumah menjenguk suamiku.

Paling menginap satu malam saja soalnya sekarang setiap hari aku mengajar, di sekolah itu memang kekurangan guru matematika. Aku mengajar kelas 1,2 dan 3, jamnya pun padat suamiku memakluminya dia juga memperbolehkan aku bekerja di desa karena dia menyadari bahwa aku tulang punggung di keluarga ini.

Pertama masuk sekolah seperti biasa aku memakai seragam besolek cantik para guru disana sangat terkejut melihat penampilanku. Aku dengan PD nya berkenalan mereka tidak tahu latar belakang aku dipindah setau mereka karena kekurangan guru Di SD (XXXX)  ini kebanyakan berjenis laki-laki gurunya walaupun di desa tapi cakep-cakep gurunya.

Guru wanita hanya aku dan 2 orang saja kepala sekolahnya aja ganteng banget hehe, paling juga seumuran suamiku ada satu sasaran aku yang pertama namanya Pak Asep. Dia ganteng ya kelihatannya agak genit deh, pertama masuk kelas gagal focus kebayang-bayang Pak Asep yang ganteng waktu itu kita rapat bareng membahas dana BOS hingga sore hari.

Aku dan Pak Asep pulang akhir karena memang pengurus dana itu kita berdua aku mendekati Pak Toni yang sedang bermain laptop, aku berusaha mengobrol lebih intim agar suasana lebih hangat rok ku yang pendek itu aku buka sedikit agar terlihat paha ku yang mulus, pak Asep meliriknya aku semakin mendekatkan diri disampingnya.

Aku bertanya bagaimana hubungan dengan istrinya Ternyata dia belum memilki anak karena istrinya sibuk dan kerja setiap hari, aku terus mendekatinya tampak hujan turun dengan tiba-tiba rasanya dingin banget,

“Pak dingin banget ya, aku lupa nggak bawa jaket ,” ucapku berbasa-basi.

Saat itu pakaianku yang serba mini ini  membuat aku makin kedinginan,

“Aku ambilkan jaket ku di jok motor ya bu, biar kamu nggak kedinginan…,”

“Nggak usah pak, asal bapak ada didekatku aku sudah merasa hangat kok, hhe…,”jawabku dengan manja pada Pak Asep.

Aku membahas tentang keluargaku dan tentang masalah seksku. Saat itu kami berbincang cukup lama bahkan aku juga mengatakan kalau aku sudah lama tidak berhubungan seks, mendengar ucapanku ternyata pak Asep mengalami hal yang sama denganku, dia juga sudah lama banget tidak menikmati tubuh istrinya. Memang kalau sudah kesempatan itu selalu ada kesamaan haha.

Mendengar itu aku pun membelai dada pak Asep, saat itu pak Asep pun membalas dengan pandangan yang tajam. Aku merasa dia mengamati kemolekan tubuhku dari atas ke bawah dia pandangi payudaraku yang montok sangat lama sekali melihat hal itu aku pun memberanikan diri untuk mendekati wajahnya lalu aku mencium dan memeluk pak Asep.

Tanpa menolak tangan pak Asep pun mulai mendekap dengan erat tubuhku, terlihat gairah seks kita saat itu sama-sama tinggi akibat sudah lamanya tidak berhubungan sex. Aku melepaskan dekapan itu kemudian aku melepas kancing bajuku aku lepas perlahan Pak Asep terus memandangiku aku berusaha terus membangkitkan gairahnya.

Aku sengaja melepas satu persatu pakaianku dengan posisi berdiri tegak didepan pak Asep, saat itu tepat payudaraku berada tepat di depan wajah pak Asep.

“Pak gimana, aku seksi nggak ? sebagai salam perkenalan mau nggak kalau kita melepaskan gairah sex kita hari ini secara nasib kitakan sama pak, hhe…,” ucapku manja dan genit.

“Wah boleh tuh bu, iya ibu montok sekali payudaranya bikin gemes deh hehe…,” ucap pak Asep dengan gemasnya.

Dengan sangat bersemangat aku pun terus menggoda pak Asep, aku duduk dipangkuannya setelah itu pak Asep mulai bereaksi dia mulai mencium bibirku dengan mesra. Aku membalas ciuman Pak Asep sangat nikmat. Kedua tangan pak Asep melepas braku, payudara yang montok itu terlepas dari bra Pak Asep dengan sigap meremas payudaraku kedua tangan terus bermain sesuka hatinya di bagian payudaraku

“Ouhhh… Ssssshhh… terus pak remas pak… Aghhhhh…enaks sekali…,” desahanku dengan manja.

Kemudian pak Asep mencium payudaraku, aku ditidurkan di bangku panjang lalu pak Asep membuka celana dan bajunya hingga dia tinggal memakai celana dalam saja. Tampak dari dalam celana penis itu panjang dan tegak berdiri celana dalam yang menutupi terlihat sesak menonjol. Rasanya saat itu aku ingin sekali menggigit penisnya yang panjang itu uhhhh Pak Asep mencium dan mengulum payudaraku kiri dan kanan.

Dia terus memainkan payudaraku dengan memainkan putingku di putar-putar yang mebuat aku tak kuasa menahan nafsu sex kami ahhhhh.

Dengan penuh nafsu dia terus mengkulum puting payudaraku, karena hal itu tubuhku pun menggeliat merasakan kenikmatan dan keenakan sex yang luar biasa, Penis pak Asep yang besar mengenai memekku dan saling bergesekan membuat gairah nafsu ku sangat menggebu gebu.

Rasanya aku ingin segera masukin kontol pak Asep ke dalam memek ku biar makin puas. Pak Asep lihay sekali memainkan jari dan mulutnya untuk membuat aku bergairah mataku terpejam tanganku sembari mengelus wajah pak Asep ayng sedang bernafsu sekali.

“Sssshhh… terus pak enak banget … terus pak… Ahhhh…,“ desah penuh nafsuku yang keenakan oleh Pak Asep.

Mendengar aku mulai ngeracau Pak Asep pun semakin liar saja memainkan jemarinya pada payuadaraku. Ouhhh geli-geli nikmat rasanya, beberapa saat kami melakukan foreplay Pak Asep pun segera membuka celana dalamku yang sudah sedikit basah oleh lendir cairan memek ku. Saat itu kami yang sudah sama-sama telanjang dan kami pun sudah siap menikmati sensasi sex kami berdua.

Kedua kakiku dibuka lebar hingga menganggkang, tangannya mengelus memekku yang besar ini lalu mulutnya mengecup memekku. Dia menjilati vagina-ku dan sesekali diajuga menyedot clitorisku dengan sangat buas sekali.

“Ouhhhhh… Pak, Shhhh… terus pak, sedot lagi itil aku pak,Ahhhhhh…,” desahku sudah sangat bernafsu sekali.

Perlakuan pak Asep yang luar biasa itu membuat nafsu sexs ku sangat tinggi, rasanya tubuhku sepeti melayang terbang keawan. Beberapa saat pak Asep menjilati memek ku akhirnya basah lagi. Memek ku mengeluarkan cairan kental yang membasahi mulut Pak Asep. Saat itu sebenarnya aku malu, tapi melihat pak Asep yang lahap memjilati lendir itu aku menjadi tidak malu lagi.

Puas dengan menjilati memek ku Pak Asep pun mulai beraksi, ujung penisnya mulai digoyang-goyangkan pada lubang memekku, sangat nikmat rasanya. Semakin lama dia menggesek semakin licin saja memek ku di buat nya, hal itu membuat dia semakin mudah untuk memasukan penis nya kedalam memek ku,

“Ahhhhhhhh… terus pak lebih dalam lagi masukin kontoln nya… Ahhhh…., ” ucapku nikmat seiring masuknya penis pak Asep dalam liang senggamaku.

Saat itu penis nya telah masuk seluruhnya ke dalam memekku, Ahhhh… sungguh nikmat. Setelah masuk seluruhnya pak Asep mulai menggoyangkan penisnya, sangat nikmat rasanya baru beberapa waktu saja, aku sudah nggak tahan aku pun sudah keluar lagi dan cairan kental itu membasahi vaginaku lagi, semakin keras tusukan pak Asep, ternyata semakin nikmat banget.

Dengan gerakan maju mundur pak Asep terus memasukkan penisnya, dia terus mengocok penisnya didalam memekku. Mungkin karena sudah lama pak Toni ridak berhubungan sex dia pun nampaknya akan mendapatkan orgasme nya. padahal saat itu kami baru ML selama 10 menit, genjotanya semakin kencang dan tidak lama kemudian dia.

“Ahhhhhhh… aku keluar Bu, Ouhhhhhh… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… ,”

Tersemburlah sperma pak Asep di dalam memekku,

“Ahhhhhhh… iya pak, Ouhhhhhh… hangat sekali sperma Pak Asep rasanya… Ahhhh.., ” ucapku nikmat bercampur kecewa karena terlalu cepat durasi sex kami saat itu.

Saat itu pak Asep tampak ketakutan karena sperma masuk ke dalam. Mungkin dia takut kalau aku hamil, tetapi aku meyakinkan dia bahwa aku menggunakan kontrasepsi jadi mau berhubungan berkali kali aku nggak bakalan hamil kok.

“Terimakasih ya bu sudah memberikan kenikmatan sex padaku, tubuhmu yang mulus ini rela kamu berikan untuk aku jamah,” ucap pak Asep terlihat puas.

“Iya pak, lagian kan kita sama-sama enak, jadi aku juga terimakasih ya pak karena bapak udah puasin aku juga hehe,” ucapku.

Saat itu setelah puas aku dan pak Asep pun segera memakai pakaian kami kembali, hujan yang saat itu kembali turun dengan lebatnya pada akhirnya aku pun ngobrol kembali kita bertukar nomor telepon biar kalau kangen bisa saling menghubungi untuk memuaskan hasrat sex kami berdua. Saat itu nampak hujan sedikit reda, melihat itu aku berpamitan pulang dengan memakai mantol karena sudah jam 8 .

 Gairah Tinggi Guru Binal Pemuas Nafsu

Sesampainya di rumah aku mandi membersihkan badan tidurku pun nyenyak banget. Pagi menjelang aku terbangun dari tidurku sudah jam 6 aku kesiangan. Aku bergegas pergi ke sekolah dengan sangat terburu-buru. Aku lihat Pak Toni tidak ada diruangan guru. Mungkin terlambat karena semalam keasyikan ngeseks sama aku di sekolah.

Aku dipanggil pak kepala sekolah di ruangannya aku tanya pak Asep sepertinya belum nampak di ruangannya ternyata ijin karena istrinya sakit. Pak Edi kepala sekolah yang masih berusia muda itu memanggilku untuk menanyakan laporan BOS itu, tetapi aku jawab jika laporan belum selesai Pak Edi nampaknya sedikit marah karena itu untuk rapat besok pagi hari.

“Bagaimana sih bu, kok belum selesai besok saya bawa laporan itu untuk rapat lohh…, ”ucapnya dengan raut wajah marah.

“Maaf pak nanti saya selesaikan ya pak…,” jawabku.

Saat itu tiba-tiba saja terlitas difikiranku untuk mendekati Pak Edi yang sedang murka itu.

“Sudah dong pak, tolong jangan marah-marah pak nggak baik loh pak kalau diusia seperti bapak dipakai untuk marah-marah hehe…, ” ucapku coba menenangkanya.

“Sudah bu silahkan keluar dari ruangan saya, mohon jangan ganggu saya yah , ” ucap nya masih marah.

Saat itu aku enggan keluar dari ruangan Pak Edi aku mencoba mendekatinya aku belai wajahnya dengan tanganku. Secara lembut aku terus membelai Pak Edi menolak belaianku itu aku duduk diatas meja Pak Edi, aku buka kakiku lebar-lebar tampak pak Edi terkejut melihat memekku yang tertutup celana dalam itu.

Mulailah aku membuka bajuku aku buka secara perlahan seperti biasa jurus ter jituku hehe. Aku memperlihatkan payudara yang montok di hadapan Pak Edi, payudara ku biarkan terbuka tanpa bra, Pak Edi tetap terdiam aku terus membangkitkan gairah seksnya aku membuka rok dan daleman ku, semakin melotot mata Pak Edi Aku mengoyang-goyangkan tubuhku.

Aura sexs ku sudah muncul sendiri, tingkahku sudah kerasukan nafsu yang tinggi sekali  tubuhku menggeliat terus sehingga Pak Edi tidak tahan lagi, Pak Edi menarik tubuhku dan mengecup bibirku, payudaraku dia kulum sampai memerah dan basah sekali.

”Ouhhh… pak…. Sssshhh… Enak pak , aahhhhhhh…,” desahku.

Saat itu dia, terus mengulum payudaraku hingga aku sangat bergairah sekali Pak Edi juga mencium pusarku aku dan aku menggeliat manja di hadapannya, setelah itu dia-pun meremas memekku dengan jemarinya itu salah satu jarinya masuk ke dalam lubang memek ku hingga memainkan vagina ku sampai basah sekali.

“Ouhhhhh… pak terus pak, Euhhhh…, ” ucapku merasa nikmat sekali dibuat nya.

Selakanganku yang bersih dia jilat dengan lidah panjangnya terus dia jilat, nafsu birahi yang sangat memuncak. Tubuhku terus menggeliat manja, Pak Edi semakin keras memainkan lidahnya.

“Ouhhhh… Sssshhhh… Ahhhhh…” desahanku makin keras saja saat itu.

Puas dengan itu pak Edi pun segera berpindah untuk menjilati memek ku. Dia menikmatinya dengan hasrat sex liarnya beberapa saat melakukan itu tidak lama kemudian penisnya mulai dimasukkan ke dalam memekku yang sudah basah ini. Terus dia tusukkan penis ke lubang kenikmatan ku hingga masuk jauh kedalam liang senggamaku yagn sudah basah sekali.

“Euhhh… Ouhhhh… memek kamu nikmat sekali Bu, Ahhhh….,” desah pak Edi seiring masuknya penisnya didalam vagina-ku yang sudah basah.

“Iya pak, ayo setubuhi aku sepuasnya pak, terus sodok memek aku pak, Ahhhhhh…,” ucapku.

Saat itu dia mengocok penisnya didalam memek ku cukup lama sekali, pak Edi lebih perkasa daripada pak Asep. Dia menusuk memek-ku dengan penuh gairah sex. Terlihat dia menyetubuhiku dengan penuh nafsu sampai keringatnya bercucuran membasahi tubuhku, nampak wajah Pak Edi memerah, itu tanda bahwa gairah seks pak Edi sangat tinggi saat itu.

Menit demi menit gerakannya semakin keras saja.

“Ouhhh pakk…. Ahhh… Ahhh… Ahhh… ,” desahku nikmat sekali.

Kira-kira setelah setengah jam kami bercinta, pada akhirnya pak Edi pun mendapatkan klimaks nya di dalam memekku,

“Croooottt…Croooottt…Croooottt…,” keluarlah sperma dari penisnya.

 Gairah Tinggi Guru Binal Pemuas Nafsu

Lagi-lagi vagina ku dibasahi oleh sperma seorang lelaki aku dan Pak Edi saat itu merasakan kenikmatan sex yang luar biasa. Wajah puas nampak di raut wajah pak kepala sekolah itu dengan sedikit malu-malu dia mengenakan pakaiannya kembali aku langsung saja keluar dari ruangannya. Jam 11 sudah waktunya pulang namun aku harus tetap tinggal karena laporan harus jadi hari ini sedangkan Pak Asep tidak berangkat.

Aku di sekolah sendirian tampak penjaga sekolah sedang bersih-bersih ruangan. Hujan lebat kembali datang membasahi bumi, seakan hujan selalu datang disaat tepat namun kali ini aku hanya bisa melamun karena sendirian di sekolah ruangan dekatku bocor tampak air jatuh membasahi lantai Aku binggung mencari ember namun tak ada ember.

Aku melihat penjaga mau pulang dengan memakai mantol aku berteriak memanggilnya dia kembali ke sekolah, aku minta tolong sama dia untuk mengepel sebentar karena ruangan bocor dia mengambil ember dan masuk ruangan penjaga sekolah itu masih muda dia berumur 21 tahun masih jejaka nih bisa juga buat sasaran sore ini hehe.

“mas Diva, temani aku dong kan takut disekolahan sendirian…,” ucapku menggodanya saat mau pulang.

“Iya bu biar saya temani…,” jawabnya.

Pemuda itu duduk di kursi dekat pintu secara tiba-tiba mendekatiku tanpa basa-basi dia mendekatiku dan memegang payudaraku entah mengapa dia seberani itu yah mungkin saja dia sudah mendengar tentang aku yang bisa dibilang sering selingku dan menggoda para lelaki, aku yang sudah terbiasa dengan hal itu aku pun membiarkanya.

Bahkan aku sangat bersedia sekali dan sangat menikmati nya dengan senang hati aku mempersilahkan dia memegangku sepuasnya tanpa basa-basi celana pemuda itu dia lepas.

“Buu… kulumin penisku dong…,”kata dia dengan polos nya.

Tanpa menjawab aku menuruti perintah pemuda itu, aku membuka celana dalam Pemuda itu duduk dikursi dan aku jongkok di bawahnya aku mencium penis pemuda itu dan aku kulum, tanganku mengocok penisnya sesekali aku menjilat selakangannya tampak gairah nampak diraut wajah pemuda itu.

“Ahhhhh…enak Bu… Ouhhh…,” desahan mas Diva nampak nikmat sekali.

Terus aku kocok hingga licin banget naik turun jemariku mengocok penisnya, akhirnya sperma keluar sangat banyak di dalam mulutku aku telan sperma mas Diva aku bersihkan dengan lidahku hingga bersih sekali enak banget kenikmatan tersendiri bagiku menelan sperma setelah itu aku dan pemuda itu pulang seharian bisa 2 orang yang muasin aku di sekolah hehe.

Itu sudah hobiku, di sekolah ini tidak ada satupun yang tau tingkahku. Di SD itu aku lama banget sekitar 7 tahunan mengabdi di SD XXX. Setiap hari ada saja yang aku ajak ngeseks pemuas nafsuku tetangga sebelah penjaga sekolah bahkan pak kepala sekolah ketagihan terkadang kalau hari libur aku nggak pulang mereka datang ke rumah dinasku hanya untuk meluapkan gairah seksnya.

Aku selalu menerima siapa saja orang yang mau ngeseks sama aku karena itu sudah jadi hobiku nggak bisa aku tinggalkan. Apalagi udah pengertian pasti kasih uang jajan buat anakku, secara tidak langsung bertambah penghasilanku itulah aku kehidupanku dengan berbagai macam cerita sex yang aku lakukan setiap hari didalam kehidupanku.

Tamat.

Video bokep Indonesia

About admin

Check Also

Cerita Sex Ketagihan Ngentot Brondong

Cerita Sex Ketagihan Ngentot Brondong

Cerita Sex Ketagihan Ngentot Brondong Statusku adalah seorang janda yang sudah bercerai dengan suamiku kalau …