Home / cerita dewasa hot / Cerita Sex Ngentot Dengan Ibu Koss

Cerita Sex Ngentot Dengan Ibu Koss

Cerita Sex Ngentot Dengan Ibu Koss

Sebut saja namanya Dani, dia adalah seorang laki laki masih bujangan berumur 25 tahun yang saat ini sedang kebingungan. Pasalnya panggilan pekerjaan dari sebuah perusahaan dimana dia melamar begitu mendadak dia bingung bagaimana harus mencari tempat tinggal secepat itu, perusahaan dimana dia melamar terletak di luar kota jangka waktu panggilan itu selama empat hari dimana dia harus melakukan tes wawancara. Akhirnya dia memaksa berangkat besoknya dengan tujuan penginapanlah dimana dia harus tinggal dengan bekal yang cukup malah berlebih mungkin sampailah dia di penginapan dimana perusahaan yang dia lamar terletak di kota itu juga pada saat itu.

Sudah 2 hari ini dia tinggal di penginapan itu, selama ini dia sudah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan guna kelancaran dalam tes wawancara nanti. Sampai pada akhirnya, dia membaca di surat kabar bahwa disitu tertulis menerima kos-kosan atau tempat tinggal yang permanen. Kemudian dengan bergegas dia mendatangi alamat tersebut sampai pada akhirnya, sampailah dia di depan pintu rumah yang dimaksud itu.

Perlahan Dani mengetuk pintu, tidak lama kemudian terdengar suara kunci terbuka diikuti dengan seorang wanita tua yang muncul.
“Iya, ada perlu apa, Pak..?”
“Oh, begini.., tadi saya membaca surat kabar, disitu tertulis bahwa di rumah ini menyediakan kamar untuk tempat tinggal.” sahut Dani seketika.
“Oh, ya, memang benar, silakan masuk Pak, biar saya memanggil nyonya dulu,” wanita tua itu mempersilakan Dani masuk.
“Hm.., baik, terima kasih.”
Sejenak kemudian Dani sudah duduk di kursi ruang tamu.

Terlihat sekali keadaan ruang tamu yang sejuk dan asri, Dani memperhatikan sambil melamun. Tiba-tiba Dani dikejutkan oleh suara wanita yang masuk ke ruang tamu.
“Selamat siang, ada yang perlu saya bantu..?”
Terkejut Dani dibuatnya, di depan dia sekarang berdiri seorang wanita yang boleh dikatakan belum terlalu tua, umurnya sekitar 35 tahunan, cantik, anggun dan berwibawa.

“Oh.., eh.. selamat siang,” Dani tergagap kemudian dia melanjutkan, “Begini Bu…”
“Panggil saya Bu Nita..,” tukas wanita itu menyahut.
“Hm.., o ya, Bu Nita, tadi saya membaca surat kabar yang tertulis bahwa disini ada kamar untuk disewakan.”
“Oh, ya. Hm.., siapa nama anda..?”
“Dani Bu,” sahut Dani seketika.
“Memang benar disini ada kamar disewakan, perlu diketahui oleh Nak Dani bahwa di rumah ini hanya ada tiga orang, yaitu saya, anak saya yang masih SMA dan pembantu wanita yang tadi bicara sama Nak Dani, kami memang menyediakan satu kamar kosong untuk disewakan, selain agar kamar itu tidak kotor juga rumah ini biar tambah ramai penghuninya.”dengan singkat Bu Nita menjelaskan semuanya.

“Hm, suami Ibu..?” tanya Dani singkat.
“Oh ya, saya dan suami saya sudah bercerai satu tahun yang lalu,” jawab Bu Nita singkat.
“Ooo, begitu ya, untuk masalah biayanya, berapa sewanya..?” tanya Dani kemudian.
“Hm, begini, Nak Dani mau mengambil berapa bulan, biaya sewa sebulannya Empat Ratus Ribu Rupiah,” jawab Bu Nita menerangkan.
“Baiklah Bu Nita, saya akan mengambil sewa untuk enam bulan,” kata Dani.
“Oke, tunggu sebentar, Ibu akan mengambil kuitansinya.”
Akhirnya setelah mengemasi barang-barang di penginapan, tinggallah Dani disitu dengan Bu Nita, Ida anak Bu Nita dan Bik Umi pembantu Bu Nita.

Sudah satu bulan ini Dani tinggal sambil menunggu panggilan selanjutnya. Dan sudah satu bulan ini pula Dani punya keinginan yang aneh terhadap Bu Nita. Wanita yang anggun, cantik dan berwibawa yang cukup lama hidup sendirian. Dani tidak dapat membayangkan bagaimana mungkin wanita yang masih kelihatan muda dari segi fisiknya itu dapat betah hidup sendirian saja. Bagaimana Bu Nita menyalurkan hasrat seksualnya. Ingin sekali Dani bercinta dengan Bu Nita. Apalagi sering Dani melihat Bu Nita memakai daster tipis yang menampilkan lekuk-lekuk tubuh Bu Nita yang masih kelihatan kencang dan indah itu ingin sekali Dani menyentuhnya.

“Aku harus bisa mendapatkannya..!” gumam Dani pada saat itu.
“Saya harus mencari cara,” gumamnya lagi.

Sampai pada suatu saat kemudian, yaitu pada saat malam minggu rumah kelihatan sepi maklum saja, Ida anak Bu Nita tidur di tempat neneknya Bik umi balik ke kampung selama dua hari katanya ada anaknya yang sakit. Tinggallah Dani dan Bu Nita sendirian di rumah tapi Dani sudah mempersiapkan cara bagaimana melampiaskan hasratnya terhadap Bu Nita. Lama Dani di kamar jam menunjukkan pukul delapan malam dia melihat Bu Nita menonton TV di ruang tengah sendirian akhirnya setelah mantap Dani pun keluar dari kamarnya menuju ke ruang tengah.

“Selamat malam, Bu, boleh saya temani nonto nya..?” sejenak Dani berbasa-basi.
“Oh, silakan Nak Dani..,” mempersilakan Bu Nita kepada Dani.
“Ngomong-ngomong, tidak keluar nih Nak Dani, malam Minggu loh, masa di rumah terus, apa tidak bosan..?” tanya Bu Nita kemudian.
“Ah, nggak Bu, lagian keluar kemana, biasanya juga malam Minggu di rumah saja,” jawab Dani sekenanya saja.
Lama mereka berdua terdiam sambil menikmati acara TV.

“Oh, ya, Bu, boleh saya buatkan minum..?” tanya Dani tiba-tiba.
“Lho, tidak usah Nak Dani, kok repot-repot..,”
“Ah, nggak apa-apa, sekali-kali saya yang buatkan minuman untuk Ibu, masak Ibu dan Bik umi saja yang selalu membuatkan minuman untuk saya.”
“Hm.., boleh kalau begitu, Ibu ingin minum teh saja,” kata Bu Nita sambil tersenyum.
“Baiklah Bu, kalau begitu tunggu sebentar.” segera Dani bergegas ke dapur.

Tidak lama kemudian Dani sudah kembali sambil membawa nampan berisi dua teh dan sedikit makanan kecil di piring.
“Silakan Bu, diminum, mumpung masih hangat..!”
“Terima kasih, Nak Dani.”
Akhirnya setelah sekian lama terdiam lagi, terlihat Bu Nita sudah mulai mengantuk, tidak lama kemudian Bu Nita sudah tertidur di kursi dengan keadaan memakai daster tipis yang menampilkan lekuk-lekuk tubuh dan payudaranya yang indah tersenyum Dani melihatnya.

“Akhirnya aku berhasil, ternyata obat tidur yang kubeli di apotik siang tadi benar-benar manjur obat ini akan bekerja untuk beberapa saat kemudian,” gumam Dani penuh kemenangan.
“Beruntung sekali tadi Bu Nita mau kubuatkan teh, sehingga obat tidur itu dapat kucampur dengan teh yang diminum Bu Nita” gumamnya sekali lagi.

Sejenak Dani memperhatikan Bu Nita, tubuh yang pasrah yang siap dipermainkan oleh lelaki manapun timbul gejolak kelelakian Dani yang normal tatkala melihat tubuh indah yang tergolek lemah itu. Diremas-remasnya dengan lembut payudara yang montok itu bergantian kanan kiri sambil tangan yang satunya bergerilnya menyentuh paha sampai ke ujung paha. Terdengar desahan perlahan dari mulut Bu Nita spontan Dani menarik kedua tangannya.

“Mengapa harus gugup, Bu Nita sudah terpengaruh obat tidur itu sampai beberapa saat nanti,” gumam Dani dalam hati.
Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, Dani kemudian membopong tubuh Bu Nita memasuki kamar Dani sendiri. Digeletakkan dengan perlahan tubuh yang indah di atas tempat tidur sesaat kemudian Dani sudah mengunci kamar lalu mengeluarkan tali yang memang sengaja dia simpan siang tadi di laci mejanya.

Tidak lama kemudian Dani sudah mengikat kedua tangan Bu Nita di atas tempat tidur. Melihat keadaan tubuh Bu Nita yang telentang itu tidak sabar Dani untuk melampiaskan hasratnya terhadap Bu Nita.
“Malam ini aku akan menikmati tubuhmu yang indah itu Bu Nita,” kata Dani dalam hati.
Satu-persatu Dani melepaskan apa saja yang dipakai oleh Bu Nita. Perlahan-lahan mulai dari daster, BH, kemudian celana dalam sampai akhirnya setelah semua terlepas Dani menyingkirkannya ke lantai. Terlihat sekali sekarang Bu Siska sudah dalam keadaan polos telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Diamati oleh Dani mulai dari wajah yang cantik payudara yang montok menyembul indah perut yang ramping dan terakhir paha yang mulus dan putih dengan gundukan daging di pangkal paha yang tertutup oleh rimbunnya rambut.

Sesaat kemudian Dani sudah menciumi tubuh Bu Nita mulai dari kaki, pelan-pelan naik ke paha kemudian berlanjut ke perut dan terakhir ciuman Dani mendarat di payudara Bu Nita. Sesekali terdengar desahan kecil dari mulut Bu Nita, tapi Dani tidak memperdulikannya diciumi dan diremas-remas kedua payudara yang indah itu dengan mulut dan kedua tangan Dani Puting merah jambu yang menonjol indah itu juga tidak lepas dari serangan-serangan Dani. Dikulum-kulum kedua puting itu dengan mulutnya dengan perasaan dan gairah birahi yang sudah memuncak setelah puas Dani melakukan itu semua perlahan-lahan dia bangkit dari tempat tidur.

Satu-persatu Dani melepas pakaian yang melekat di badannya itu, akhirnya keadaan Dani sudah tidak beda dengan keadaan Bu Nita tadi, telanjang bulat polos tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Terlihat kemaluan Dani yang sudah mengencang hebat siap dihunjamkan ke dalam vagina Bu Nita. Tersenyum Dani melihat rudalnya yang panjang dan besar bangga sekali dia mempunyai rudal dengan bentuk begitu besar.

Perlahan-lahan Dani kembali naik ke tempat tidur dengan posisi telungkup menindih tubuh Bu Nita yang telanjang itu, kemudian dia memegang rudalnya dan pelan-pelan memasukkannya ke dalam vagina Bu Nita. Dani merasakan vagina yang masih rapat karena sudah setahun tidak pernah tersentuh oleh laki-laki. Akhirnya setelah sekian lama rudal Dani sudah masuk semuanya ke dalam vagina Bu Nita.
Ketika Dani menghunjamkan rudalnya ke dalam vagina Bu Nita sampai masuk semua, terdengar rintihan kecil Bu Siska, “Ah.., ah.., ah..!”
Tapi Dani tidak menghiraukannya, dia lalu menggerakkan kedua pantatnya maju munjur dengan teratur sekali, pelan-pelan tapi pasti.
“Slep.., slep.., slep..,” terdengar setiap kali ketika Dani melakukan aktivitasnya itu diikuti dengan bunyi tempat tidur yang berderit-derit.

“Uh.., oh.., uh.., oh..,” sesekali Dani mengeluh kecil sambil tangannya terus meremas-remas kedua payudara Bu Nita yang montok itu.
Lama Dani melakukan aktivitasnya itu dirasakannya betapa masih kencangnya dan rapatnya vagina Bu Nita. Akhirnya Dani merasakan tubuhnya mengejang hebat, merapatkan rudalnya semakin dalam ke vagina Bu Nita.
“Ser.., ser.., ser..,” Dani merasakan cairan yang keluar dari ujung kemaluannya mengalir ke dalam vagina Bu Nita.
“Oh.. ah.. oh.. Bu Nita.., oh..!” terdengar keluhan panjang dari mulut Dani.
Setelah itu Dani merasakan tubuhnya yang lelah sekali, kemudian dia membaringkan tubuhnya di samping tubuh Bu Nita dengan posisi memeluk tubuh Bu Nita yang telah dinikmatinya itu.

Lama Dani dalam posisi itu sampai pada akhirnya dia dikejutkan oleh gerakan tubuh Bu Nita yang sudah mulai siuman pada saat itu. Secara reflek Dani bangkit dari tempat tidurnya menuju ke arah saklar lampu dan mematikannya. Tertegun Dani berdiri di samping tempat tidur dalam kamar yang sudah dalam keadaan gelap gulita itu sesaat kemudian terdengar suara Bu Nita.
“Oh, dimana aku, mengapa gelap sekali..?”
Sebentar kemudian suasana menjadi hening.
“Dan, mengapa tanganku diikat, dan, oh.., tubuhku juga telanjang kemana pakaianku apa yang terjadi..?” terdengar suara Bu Nita pelan dan serak.
Suasana hening agak lama Dani tidak tahu apa yang harus dilakukannya dia diam saja.
Terdengar lagi suara Bu Nita mengeluh, “Oh.., tolonglah aku..! Apa yang terjadi padaku, mengapa aku bisa dalam keadaan begini siapa yang melakukan ini terhadapku..?” keluh Bu Nita.
Akhirnya timbul kejantanan dalam diri Dani, bagaimanapun setelah apa yang dia lakukan terhadap Bu Nita, Dani harus berterus terang mengatakannya semuanya.

“Ini saya..,” gumam Dani lirih.
“Siapa, kamukah Yadi..? Mengapa kamu kembali lagi padaku..?” sahut Bu Nita agak keras.
“Bukan, ini saya Bu.., Dani..,” Dani berterus terang.
“Dani..!” kaget Bu Nita mendengarnya.
“Apa yang kamu lakukan pada Ibu, Dani..? Bicaralah..! Mengapa Ibu kamu perlakukan seperti ini..?” tanya Bu Nita kemudian.

Kemudian Dani bercerita mulai dari awal sampai akhir, bagaimana mula-mula dia tertarik pada Bu Nita, sampai pada keheranannya bagaimana juga Bu Nita dapat hidup sendiri selama setahun tanpa ada laki-laki yang dapat memuaskan hasrat birahi Bu Nita. Juga tidak lupa Dani menceritakan semua yang dia lakukan terhadap Bu Nita selama Bu Nita tidak sadar karena pengaruh obat tidur. Tertegun Bu Nita mendengar semua perkataan Dani. Lama mereka terdiam, tapi terdengar Bu Nita bicara lagi.

“Dani.., Dani.., Ibu memang menginginkan laki-laki yang bisa memuaskan hasrat birahi Ibu, tapi bukan begini caranya, mengapa kamu tidak berterus-terang pada Ibu sejak dulu, kalaupun kamu berterus terang meminta kepada Ibu, pasti Ibu akan memberikannya kepadamu, karena Ibu juga merasakan bagaimana tidak enaknya hidup sendiri tanpa  ada nya laki-laki.”
“Terus terang saya malu Bu, saya malu kalau Ibu menolak saya.”
“Tapi setidaknya kan, berterus terang itu lebih sopan dan terhormat dari pada harus memperlakukan Ibu seperti ini.”
“Saya tahu Bu, saya salah saya siap menerima sanksi apapun saya siap diusir dari rumah ini atau apa saja.”
“Oh, tidak Dani, bagaimanapun kamu telah melakukannya semua terhadap Ibu. Sekarang Ibu tidak lagi terpengaruh oleh obat tidur itu lagi Ibu ingin kamu melakukannya lagi terhadap Ibu apa yang kamu perbuat tadi, Ibu juga menginginkannya Dani tidak hanya kamu saja.”
“Benar Bu..?” tanya Dani kaget.
“Benar Dani, sekarang nyalakanlah lampunya, biar Ibu bisa melihatmu seutuhnya,” pinta Bu Nita kemudian.

Tanpa pikir panjang lagi, Dani segera menyalakan lampu yang sejak tadi padam. Sekarang terlihatlah kedua tubuh mereka yang sama-sama polos, dan telanjang bulat dengan posisi Bu Nita terikat tangannya.
“Oh Dani, tubuhmu begitu atletis. Kemarilah nikmatilah tubuh Ibu, Ibu menginginkannya Dani..! Ibu ingin kamu memuaskan hasrat birahi Ibu yang selama ini Ibu pendam, Ibu ingin malam ini Ibu benar-benar terpuaskan.”

Perlahan Dani mendekati Bu Nita, diperhatikan wajah yang tambah cantik itu karena memang kondisi Bu Nita yang sudah tersadar, beda dengan tadi ketika Bu Siska masih tidak sadarkan diri. Diusap-usapnya dengan lembut tubuh Bu Siska yang polos dan indah itu mulai dari paha, perut sampai payudara nya. Terdengar suara Bu Siska menggelinjang keenakan.
“Terus.., Dani.., ah.. terus..!” terlihat tubuh Bu Siska bergerak-gerak dengan lembut mengikuti sentuhan tangan Dani.
“Tapi, Dani, Ibu tidak ingin dalam keadaan begini, Ibu ingin kamu melepas tali pengikat tangan Ibu, biar Ibu bisa menyentuh tubuhmu juga..!” pinta Ibu Nita memelas.
“Baiklah Bu.” kata Dani.

Sedetik kemudian Dani sudah melepaskan ikatan tali di tangan Bu Nita. Setelah itu Dani duduk di pinggir tempat tidur sambil kedua tangannya terus mengusap-usap dan meremas-remas perut dan payudara Bu Nita.
“Nah, begini kan enak..,” kata Bu Nita.
Sesaat kemudian ganti tangan Bu Siska yang meremas-remas dan menarik maju mundur kemaluan Dani, tidak lama kemudian kemaluan Deni yang diremas-remas oleh Bu Nita mulai mengencang dan mengeras benar-benar hebat si Dani ini, dimana tadi kemaluannya sudah terpakai sekarang mengeras lagi benar-benar hyper dia.

“Oh.., Dani, kemaluanmu begitu keras dan kencang, begitu panjang dan besar, ingin Ibu memasukkannya ke dalam vagina Ibu.” kata Bu Nita lirih sambil terus mempermainkan kemaluan Deni yang sudah membesar itu.
Diperlakukan sedemikian rupa, Dani hanya dapat mendesah-desah menahan keenakan pada saat itu.
“Bu Nita, oh Bu Nita, terus Bu Nita..!” pinta Dani memelas.
Semakin hebat permainan seks yang mereka lakukan berdua, semakin hot, terdengar desahan-desahan dan rintihan-rintihan kecil yang keluar dari mulut mereka berdua.

“Oh Dani, naiklah ke atas tempat tidur, naiklah ke atas tubuhku, luapkan hasratmu, puaskan diriku, berikanlah kenikmatanmu pada Ibu Dan..! Ibu sudah tak tahan lagi, ibu sudah tak sabar lagi..” desis Bu Siska memelas dan memohon.
Sesaat kemudian Dani sudah naik ke atas tempat tidur, langsung menindih tubuh Bu Nita yang telanjang itu, sambil terus menciumi dan meremas-remas payudara Bu Nita yang indah itu.
“Oh, ah, oh, ah.., Dani oh..!” tidak ada kata yang lain yang dapat diucapkan Bu Nita yang selain merintih dan mendesah-desah, begitu juga dengan Dani yang hanya dapat mendesis dan mendesah, sambil menggosok-gosokkan kemaluannya di atas permukaan vagina Bu Nita. Reflek Bu Nita memeluk erat-erat tubuh Dani sambil sesekali mengusap-usap punggung Dani.

Sampai suatu ketika, tangan Bu Nita memegang kemaluan Dani dan memasukkannya ke dalam vaginanya. Pelan dan pasti Dani mulai memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Nita, sambil kedua kakinya bergerak menggeser kedua kaki Bu Nita agar merenggang dan tidak merapat, lalu menjepit kedua kaki Bu Nita dengan kedua kakinya untuk terus telentang. Akhirnya setelah sekian lama berusaha, karena memang tadi Dani sudah memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Nita, sekarang agak gampang Dani menembusnya, Dani sudah berhasil memasukkan seluruh batang kemaluannya ke dalam vagina Bu Nita.

Kemudian dengan reflek Dani menggerakkan kedua pantatnya maju mundur terus-menerus sambil menghunjamkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Nita.
“Slep.., slep.., slep..,” terdengar ketika Dani melakukan aktivitasnya itu.
Terlihat tubuh Bu Nita bergerak menggelinjang keenakan sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya mengikuti irama gerakan pantat Dani.
“Ah.., ah.., oh.. Dani.., jangan lepaskan, teruskan, teruskan, jangan berhenti Dani, oh.., oh..!” terdengar rintihan dan desahan nafas Bu Nita yang keenakan.
Lama Dani melakukan aktivirasnya itu, menarik dan memasukkan kemaluannya terus-menerus ke dalam vagina Bu Nita. Sambil mulutnya terus menciumi dan mengulum kedua puting payudara Bu Nita.

“Oh.., ah.. Bu Nita, oh.., kamu memang cantik Bu Nita, akan kulakukan apa saja untuk bisa memuaskan hasrat birahimu, ih.., oh..ahh!” desis Dani keenakan.
“Oh.., Dani.., bahagiakanlah Ibu malam ini dan seterusnya, oh Dani.., Ibu sudah tak tahan lagi, oh.., ah..!”
Semakin cepat gerakan Dani menarik dan memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Nita, semakin hebat pula goyangan pantat Bu Nita mengikuti irama permainan Dani, sambil tubuhnya terus menggelinjang bergerak-gerak tidak beraturan.

Semakin panas permainan seks mereka berdua, sampai akhirnya Bu Nita merintih, “Oh.., ah.., Dani.., Ibu sudah tak tahan lagi, Ibu sudah tak kuat lagi, Ibu mau keluar, oh Dani.., kamu memang perkasa..!”
“Keluarkan Bu..! Keluarkanlah..! Puaskan diri Ibu..! Puaskan hasrat Ibu sampai ke puncaknya..!” desis Dani menimpali.
“Mari kita keluarkan bersama-sama Bu Nita..! Oh, aku juga sudah tak tahan lagi,” desis Dani kemudian.
Setelah berkata begitu, Dani menambah genjotannya terhadap Bu nita, terus-menerus tanpa henti, semakin cepat, semakin panas, terlihat sekali kedua tubuh yang basah oleh keringat dan telanjang itu menyatu begitu serasi dengan posisi tubuh Dani menindih tubuh Bu Nita.

Sampai akhirnya Dani merasakan tubuhnya mengejang hebat, begitu pula dengan tubuh Bu Nita. Keduanya saling merapatkan tubuhnya masing-masing lebih dalam seakan-akan tidak ada yang memisahkannya.
“Ser.., ser.., ser..!” terasa keluar cairan kenikmatan keluar dari ujung kemaluan Dani mengalir ke dalam vagina Bu Nita, begitu nikmat seakan-akan seperti terbang ke langit ke tujuh, begitu pula dengan tubuh Bu Nita seakan-akan melayang-layang tanpa henti di udara menikmati kepuasan yang diberikan oleh Dani.
Sampai akhirnya mereka berdua berhenti karena merasa kelelahan yang amat sangat setelah bercinta begitu hebat.

Sejenak kemudian, masih dengan posisi yang saling menindih, terpancar senyum kepuasan dari mulut Bu Nita.
“Dani, terima kasih atas apa yang telah kau berikan pada Ibu..,” kata Bu Nita sambil tangannya mengelus-elus rambut Dani.
“Sama-sama Bu, aku juga puas karena sudah membuat Ibu berhasil memuaskan hasrat birahi Ibu,” sahut Dani dengan posisi menyandarkan kepalanya di atas dada Bu Siska.
Suasana yang begitu mesra.

“Selama disini, mulai malam ini dan seterusnya, Ibu ingin kamu selalu memberi kepuasan birahi Ibu..!” pinta Ibu Nita.
“Saya berjanji Bu, saya akan selalu memberikan yang terbaik bagi Ibu..,” kata Dani kemudian.
“Ah, kamu bisa saja,” tersungging senyum di bibir Bu Nita.
“Tapi, ngomong-ngomong bagaimana dengan Ida dan Bik Umi..?” tanya Dani.
“Lho, kita kan bisa mencari waktu yang tepat. Disaat Ida berangkat sekolah juga bisa dan Bik Umi di dapur. Di saat keduanya tidur pun kita bisa melakukannya pokoknya setiap saat dan setiap waktu..!” jawab Bu Nita manja sambil tangannya mengusap-usap punggung Dani.

Sejenak Dani memandang wajah Bu Nita, sesaat kemudian keduanya sama-sama tertawa kecil. Akhirnya apa yang mereka pendam berdua terlampiaskan sudah sambil dengan keadaan yang masih telanjang dan posisi saling merangkul mesra mereka akhirnya tertidur kelelahan.

TAMAT

Video bokep Indonesia

About admin

Check Also

Cerita Sex Jeritan Nikmat Tante Nindi

Cerita Sex Jeritan Nikmat Tante Nindi

Cerita Sex Jeritan Nikmat Tante Nindi Pada suatu hari yang cerah pagi pagi sekali sekitar …