Home / 18+ / Bersetubuh Dengan Tante Sendiri Di Rumah

Bersetubuh Dengan Tante Sendiri Di Rumah

Bersetubuh Dengan Tante Sendiri Di Rumah

Aku seorang laki laki muda berumur 23 tahun, pertama-tama aku mau cerita soal diriku. Namaku Angga saat ini kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung, di Bandung aku tinggal dengan tanteku. Tanteku orangnya masih muda umurnya hanya selisih 5 tahun saja denganku itulah sedikit mengenai diriku dan selanjutnya silakan ikuti cerita mengenai pengalaman seksku ini.

Saat itu aku baru saja pulang kuliah langsung saja kumasuk kekamar ketika baru sampai di depan pintu kamar, samar-samar kudengar tante sedang bicara dengan temannya di telpon. Aku orangnya memang suka jahil kucoba menguping dari balik pintu yang memang sedikit terbuka, kudengar tante ku mau mengadakan pesta seks di rumah ini pada hari sabtu aku gembira sekali mendengarnya. Untuk memastikan berita itu langsung saja aku masuk ke kamar tante setelah selesai telepon tante kaget melihatku sudah masuk ke kamarnya.

“Lho Angga, kamu udah pulang rupanya. Kamu ada perlu ama Tante, ya..?” katanya.
Aku langsung saja to the point, “Tante, Rangga mau nanya.. boleh khan..?” kataku.
“Boleh aja keponakanku sayang, Kamu mau nanya apa..?” sambungnya sambil menyubit pipiku.
“Tapi sebelumnya Rangga minta maaf Tante, soalnya Angga tadi nggak sengaja nguping pembicaraan Tante di telpon.”
“Aduhh.. Kamu nakal ya Angga, awas nanti aku bilangin ama Mama Kamu lho. Tapi.. Oke dech nggak apa-apa terus apa yang mau kamu tanyakan ayo bilang..!” katanya agak jengkel.
“Angga tadi dengar Tante ama teman Tante mau ngadain pesta seks disini ya, benar itu Tante..?” kataku pelan.
“Idihh.. jorok ah kamu masak Tante mau ngadain pesta seks disini, itu nggak benar rangga.”
“Tapi tadi Angga dengar sendiri Tante bicara ama temen Tante, please donk Tante jangan bohongin Angga, nanti Angga bilangin ama Om kalau Tante mau ngadain pesta disini.” kataku agak mengancam.
“Apaa..! Aduhh.. Angga, please jangan bilang ama Om kamu. Iya dech Tante ngaku.” katanya agak memohon.
“Nah, khan ketahuan Tante bohongin Angga.” kataku senang.
“Terus Kamu mau apa kalau Tante ngadain pesta..?” katanya penasaran.
“Gini Tante, anuu.., anuu.., Angga.., pengen.. anuu..”
“Anu apa sih Angga..? Ngomong donk terus terang ada apa?” katanya tambah penasaran.
“Boleh nggak, Angga ikutan pestanya Tante.. hehe?” kataku.

Aduh tante melotot lagi sambil berkata, “Udah, ah, Kamu ini kayak orang kurang kerjaan aja.”
Terus kurayu lagi, “Yaa.. Tante.. ya.. please..!”
“Tapi ini kan untuk orang dewasa lagi, Kamu ngaco dech. Lagian kan kamu masih kecil.” katanya agak kesal.
“Tapi Tante, Angga kan udah gede, masak nggak boleh ikut. Kalau nggak percaya, Tante boleh lihat punya Angga..!”

Lalu kulepaskan celana dan CD-ku itu. Lalu terlihatlah batang kemaluanku yang lumayan besar kira-kira panjangnya 17 cm dengan diameter 10 cm.
Tante kaget sekali melihat ulahku lalu, “Wowww.., Angga sayang..,punya Kamu besar dan panjang sekali sih. Punya Kamu lebih besar dari Om Kamu. Hhhmm.
boleh nggak Tante pegang kepala yang besar itu Sayang..?” katanya dengan genit.

“Tante boleh ngobok-ngobok kontol ku, tapi Tante harus ngijinin Angga ikut pesta nanti ya..!” kataku agak mengancam.
“Iya deh, Angga nanti boleh ikut. Tapi Tante mau nanya ama kamu, Angga udah pernah ngeseks belom..?” tanyanya.
Lalu kukatakan saja kalau aku belum pernah melakukan seks dengan cewek, tapi kalau raba sana, raba sini, cium sana, cium sini sih aku pernah melakukannya.

“Mau nggak Tante ajarin..?” katanya dengan genit.

Aku hanya terdiam, lalu tiba-tiba tante meletakkan tangannya di pahaku. Aku begitu terkejut.
“Kenapa Kamu terkejut..? Tante hanya memegang paha kamu aja kok..!”
Kemudian tante mengambil tanganku, lalu dia mulai menciumi tanganku. Aku merasakan barangku mulai bangun.

Tanteku mulai menciumi leherku, kemudian bibirku dilumat juga. Diamasukkan lidahnya ke dalam mulutku tanpa kusadari aku mengulum lidahnya. Nafasnya mulai tidak beraturan kudengar sementara kami asyik berciuman, tangannya mulai meraba-raba batang kemaluanku. Dia meremas-remas pelan aku pun jadi mulai berani kumasuki tanganku kedalam bajunya untuk meraba payudaranya kumasukkan tanganku ke dalam bra-nya terus kuremas-remas tetet nya.

“Aaahh..” dia mulai mendesah.

Tidak lama aku disuruh duduk di tepi ranjang sementara tante melepaskan bajunya step by step. Mataku tidak berkedip sedetik pun aku tidak mau melepaskan pemandangan yang indah itu dari mataku. Kelihatan bra-nya yang berwarna hitam transparan sehingga payudaranya yang putih dengan putingnya yang merah kecoklatan samar terlihat. CD-nya ternyata berwarna hitam transparan berenda kulihat belahan vaginanya yang tidak ada bulunya itu. Lalu dia melepaskan bra-nya payudaranya yang lumayan besar itu seperti loncat keluar dan mulai berayun-ayun, membuatku tambah tegang saja kemudian dia melepaskan CD-nya kelihatan vaginanya begitu menarik agak kecoklatan warnanya lalu tante jalan menghampiriku yang duduk di tepi ranjang.

“Tante buka baju Kamu yaa.., Angga..?” katanya genit.

Aku hanya mengangguk. Setelah aku telanjang total, tante langsung jongkok di depanku dan menyuruhku membuka kaki lebar-lebar batang kejantananku yang sudah tegang itu tepat di depan wajahnya lalu dia mulai menjilati kakiku mulai dari jempol kakiku dan yang lainnya. Dia naik ke betisku yang berbulu lebat persis hutan di Kalimantan saja. Kemudian dia naik lagi ke pahaku, dielusnya dan dijilatinya, setelah itu dia berpindah ke lubang anusku yang juga dicium dan dijilatinya tidak hanya itu, ternyata dia memasukkan jari tengahnya ke lubang anusku. Ohh.., nikmatnya lalu dia mulai mengelus-elus batang kejantananku dan tangan satunya memijat-mijat my twins egg-ku.

“Aaahh..!” aku mengerang kenikmatan.
Kemudian dia memasukkan batang kejantananku ke mulutnya dia hisap penisku terus diemut-emutnya senjata kejantananku dia gerakkan kepalanya naik-turun dengan batang kejantananku masih di dalam mulut nya. Terasa penis saya menyentuh tenggorokannya dan masih terus dia tekan-tekan masih dia tekan terus sampai bibirnya menyentuh badanku. Semua batang penisku ditelan oleh tanteku ini, lidahnya menjilat bagian bawah penisku dan bibirnya dibesar-kecilkan sebuah rasa yang tidak pernah kubayangkan penisku kemudian dikeluar-masukkan, tapi tetap masuk seluruhnya ke tenggorokannya.

Setelah beberapa lama dihisap dan dikeluar-masukkan, terasa batang penisku sudah mau mengeluarkan cairan.

Sambil memeras biji kemaluanku dan tangan yang satu lagi dimasukkannya ke dalam lubang pantatku, kubilang sama tante, “Tante..,Aku mau keluar, ohh..!”
Dia keluarkan penisku dan bilang, “Go on come in My mouth. I want to taste and drink your cum, Angga. Ahhhmm..”.
Penisku dimasukkan lagi, dan sekarang dia memasukkan dengan lebih dalam dan dihisap lebih keras lagi. Setelah beberapa kali keluar masuk kukeluarkan spermaku di dalam mulut tante dan langsung ke dalam tenggorokan nya. Terasa tengorokannya mengecil dan jari di lubang pantatku lebih ditekan ke dalam lagi sampai semuanya masuk. Aku benar-benar merasakan nikmat yang sulit dikatakan.

Perlahan-lahan dia mengeluarkan batang penisku sambil berkata,”Punya Kamu enak Angga.., Tante suka,” katanya.

“Sekarang giliran Kamu yaahh..!” pintanya.

Kemudian dia berbaring di tempat tidur dan kakinya dikangkanginya lebar-lebar, tante menyuruhku menjilat vaginanya yang kelihatan sudah basah sekali baru pertama kali itu kulihat vagina secara langsung dengan agak ragu-ragu kupegang bibir vaginanya.
“Jangan malu-malu..!” katanya.
Kugosok-gosok tanganku di bibir kemaluannya itu. Mmmhh.., dia mulai mengerang lama-lama klitorisnya mulai mengeras dan menebal.
“Kamu jilat dong..!” pintanya.
Kemudian aku menunduk dan mulai menjilati liang senggamanya yang sudah merah itu.
“Mmmhh.., enak juga..” kupikir.

Aku semakin bersemangat menjilati vagina tanteku sendiri itu. Sedang asyik-asyiknya aku menjilati liang senggama tiba-tiba badan tanteku mengejang Desahannya semakin keras.

“Aaahh.., aahh..!”Lalu muncratlah air maninya dari lubang senggamanya banyak sekali langsung saja kutelan habis cairan itu, Mmmhh.., enak juga rasanya kemudian dia bilang,

“Ohh.., God.. bener-bener hebat Kamu Angga.. lemes Tante.. nggak kuat lagi dech untuk berdiri.., ohh..!”

Lalu dengan perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi ranjang, kubuka pahanya lebar-lebar dan kujatuhkan kakinya ke lantai. Vaginanya sekarang sudah terbuka agak lebar nampaknya dia masih terbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yang kulakukan sekarang padanya begitu tante sadar batang kejantananku sudah menempel dibibir kemaluannya.

“Tante, Angga udah nggak tahan nich..!” kataku memohon.
Dia mengangguk lemas, lalu, “Ohh..!” dia hanya bisa menjerit tertahan.
Lalu selanjutnya aku tak tahu bagaimana cara memasukkan penisku kedalam liang senggamanya, Lubangnya agak kecil dan rapat tiba-tiba kurasakan tangan tante memegang batang kejantananku dan membimbing senjataku ke liang kenikmatannya itu.

“Tekan disini rangga..! Pelan-pelan yaa.., punya Kamu gede buanget sih hehe..!” katanya sambil tersenyum.

Lalu dengan perlahan dia membantuku memasukkan penisku ke dalam lubang kemaluannya belum sampai setengah bagian yang masuk dia sudah menjerit kesakitan.
“Aaa.., sakit.. oohh.., pelan-pelan Angga, aduhh..!” tangan kirinya masih menggenggam batang kemaluanku menahan laju masuknya agar tidak terlalu keras.
Sementara tangan kanannya meremas-remas rambutku, aku merasakan batang kejantananku diurut-urut di dalam liang kenikmatannya. Aku berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi tapi tangan tante membuat penisku susah untuk memasukkan lebih dalam lagi.

Aku menarik tangannya dari penisku lalu kupegang erat-erat pinggulnya. Kemudian kudorong batang kejantananku masuk sedikit lagi.

“Aduhh.., sakitt.., ohh.. sshh.. aacchh..” kembali tante mengerang dan meronta ronta keenakan.
Aku juga merasakan kenikmatan yang luar biasa, tak sabar lagi kupegang erat-erat pinggulnya supaya dia berhenti meronta, lalu kudorong sekuatnya batang kemaluanku ke dalam lagi kembali tante menjerit dan meronta dengan buasnya.
Aku berhenti sejenak, menunggu dia tenang dulu lalu, “Lho kok berhenti, ayo goyang lagi donk Angga..,” dia sudah bisa tersenyum sekarang.
Lalu aku menggoyang batang kejantananku keluar masuk di dalam liang kenikmatannya. Tante terus membimbingku dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan goyanganku pada saat itu.

Lama juga kami bertahan di posisi seperti itu kulihat dia hanya mendesis sambil memejamkan mata. Tiba-tiba kurasakan bibir kemaluannya menjepit batang kejantananku dengan sangat kuat tubuh tante mulai menggelinjang nafasnya mulai tak karuan dan tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

“Ohh.., ohh.., Tante udah mo keluar nich.., sshh.. aahh..”goyangan pinggulnya sekarang sudah tidak beraturan lagi.

“Kamu masih lama nggak, Angga..? Kita keluarin bareng-bareng aja yuk.. aahh..!”
Tidak menjawab, aku semakin mempercepat goyanganku.
“Aaahh.., Tante keluar Angga..! Ohh ennaakk..!” dia mengelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Aku semakin bersemangat menggenjot vagina tanteku. Aku juga merasa bahwa aku juga akan keluar tidak lama lagi dan akhirnya,

“Ahh.., sshh.. ohh..!” kusemprotkan cairanku ke dalam liang kewanitaannya, lalu kucabut batang kejantananku dan terduduk di lantai.

“Kamu hebat..! Sudah lama Tante nggak pernah klimaks.., oohh..!” katanya girang.

“Ohh.., Angga cape.., Tante!” katanya sambil tersenyum kelelahan dan keenakan.

Kami tidak lama kemudian tertidur dalam posisi kaki tante melingkar di pinggangku sambil memeluk dan berciuman aku sudah tidak ingat jam berapa kami tertidur yang kutahu, ada yang membersihkan penisku dengan lap basah tapi hangat ternyata tante yang membersihkan batang kejantananku dan dia sudah terlihat bersih lagi setelah selesai membersihkan penisku, dia langsung menjilatinya lagi dengan tetap semangat batang kejantananku dihisap dan dimasukkan ke dalam mulutnya yang ini terasa lebih dalam dan lebih enak, mungkin posisi mulut lebih cocok dibandingkan waktu aku berdiri tadi dengan cepat batang keperkasaanku menjadi keras lagi dan dia bilang.

“Angga, sekarang Kamu kerjain Tante dari belakang ya hehe..!”

Dia kemudian membelakangiku pantat serta vaginanya terlihat merekah dan basah tapi bekas-bekas spermaku sudah tidak ada. Sebelum kumasukkan batang kejantananku, kujilat dulu bibir vaginanya dan lubang pantatnya itu. Tercium bau sabun di kedua lubangnya dan sangat bersih cairan dari liang segamanya mulai membasahi bibir kemaluannya itu, ditambah dengan ludahku di ujung kemaluanku terlihat cairan menetes dari lubang kepala kejantananku. Kuarahkan batang kemaluanku ke lubang vaginanya dan menekan ke dalam dengan pelan-pelan sambil merasakan gesekan daging kami berdua. Suara becek terdengar dari batang kejantananku dan vaginanya dan cukup lama aku memompanya dengan posisi ini.
Tante kemudian berdiri dan bersandar ke dinding di atas tempat tidur sambil membuka pahanya lebar-lebar satu dari kakinya diangkat keatas dari bawah, kemaluannya terlihat sangat merah dan basah.

“Ayo masukin lagi sekarang, Angga..!” pintanya tak sabar.

http://ceritasex17tahun.com/wp-content/uploads/2019/10/foto-bugil-janda-muda-ngangkang-nungging-06.jpg

Aku dengan senang hati berdiri dan memasukkan batang kejantananku ke liang senggamanya dengan posisi ini, kumasukan dan kukeluarkan batang kejantananku dengan cepat setiap kali aku mendorong batang penisku ke liang senggamanya badan tante membentur dinding.
Sambil memelukku dan sambil berciuman, dia bilang, “rangga, Tante mo keluar nich..!”
Kemudian kurasakan lubang senggamanya diperkecil dan memijat batang keperkasaanku dan bersamaan kami keluar dan orgasme aku masih bisa juga keluar, walaupun tadi sudah keluar dua kali dan yang kali inisama enaknya.

Kami terus rebahan di kasur sambil berpelukan kepala tante didadaku dan tangannya memainkan penisku yang masih basah oleh sperma dan cairan vaginanya. Dengan nakal tante menaruh jari-jarinya ke wajahku dan mengusap ke seluruh wajahku bau sperma dan vaginanya menempel diwajahku dia tertawa waktu aku pura-pura mau muntah untuk membalasnya, kuraba-raba vaginanya yang masih banyak sisa spermaku dan seluruh telapak tanganku basah oleh sperma dan cairan dia. Pelan-pelan kutaruhdi wajahnya, dan wajahnya kuolesi dengan cairan itu dia tidak mengeluh tapi justru jari-jariku dijilat satu persatu.

Setelah jari dan tanganku bersih, dia mulai menjilati wajahku semua bekas sperma dan cairannya dibersihkan dengan lidahnya.
Selesai dengan kerjaannya, dia bilang “Angga, sekarang giliran Kamu yaahh..!”
Wow tidak disangka aku harus menjilat spermaku sendiri karena tidak punya pilihan aku mulai menjilati cairan di wajahnya, dimulai dari bibirnya sambil kukulum keras-keras. Nafas tante terasa naik lagi dan tangannya mulai memainkan batang kejantananku. Tidak disangka kalau aku bisa juga membersihkan wajahnya dan menjilat spermaku sendiri tanganku diarahkan ke liang senggamanya dan digosok-gosokkan ke klitorisnya. Kami saling memegang kira-kira 30 menit setelah itu kami berdua mandi untuk membersihkan badan untuk kisah selanjutnya nanti akan saya ceritakan lagi pengalamanku bersama tanteku yang hypersex ini ya.

Tamat

Video bokep Indonesia

About admin

Check Also

Cerita Sex Ketagihan Ngentot Brondong

Cerita Sex Ketagihan Ngentot Brondong

Cerita Sex Ketagihan Ngentot Brondong Statusku adalah seorang janda yang sudah bercerai dengan suamiku kalau …