Home / CERITA SEX / Cerita Dewasa Diajarin Ngeseks Sama Tanteku
agen togel

Cerita Dewasa Diajarin Ngeseks Sama Tanteku

bff4dad79ec48deb60315934e0fc36f5d79b0b68191b2-vd0thI_fw658

 

Sebenarnya jujur saya merasa malu juga untuk menceritakan pengalaman saya ini, tetapi lihatlah usia ini mungkin ini sudah dianggap normal. Jadi saya berani menceritakannya kepada para pembaca. Tapi itu membantu saya untuk jujur bahwa saya suka wanita yang lebih tua karena selain lebih dewasa mereka juga lebih suka mengurus diri sendiri. Saya seorang pria yang suka wanita yang lebih tua dari saya.

Mulai dari sekolah menengah saya berpacaran dengan kelas kakak saya dan saya lulus dari perguruan tinggi untuk bekerja sampai sekarang. Pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika saya berkencan dengan seorang janda dengan tiga anak.

Seperti ceritanya, suatu hari ketika saya pergi bekerja dari Tomang ke Kelapa Gading, saya terburu-buru karena sudah jam 7:45. Saya harus pergi ke kantor pada pukul setengah delapan. Saya terpaksa pergi ke Tanah Abang dengan harapan lebih banyak kendaraan di sana. Sia-sia saya menunggu lebih dari 15 menit akhirnya saya memutuskan saya harus pergi dengan taksi. Ketika taksi yang kustop mau berangkat tiba-tiba seorang wanita mendekati saya sambil berkata, “Mas, mau ke Pulo Gadung ya?” Dia bertanya, “Saya bisa bergabung? Karena ini sudah terlambat.”

Akhirnya saya membiarkannya setelah saya memberi tahu Anda bahwa saya berada di Kelapa Gading. Sepanjang jalan kami saling bercerita dan akhirnya saya tahu bernama Dewi, seorang janda dengan 3 anak di mana suaminya meninggal. Rupanya Dewi bekerja sebagai kasir di katering yang harus menyiapkan makanan untuk 5000 pekerja di Kawasan Industri Pulo Gadung. Saya melihat wanita di sebelah saya ini masih cukup menggoda juga. Dewi, 1 tahun lebih tua dariku dan kulitnya cukup mulus, tubuh palsu dan mata menggoda. Setelah menanyakan nomor teleponnya saya turun di persimpangan Kelapa Gading. Sesampainya di kantor saya langsung memanggil Dewi, untuk mengadakan janji sore untuk pergi ke bioskop.

Tidak seperti biasanya, baru jam 5 sore saya bergegas keluar kantor karena ada janji bertemu Dewi. Ketika saya tiba di Bioskop Bioskop Jakarta, tentu saja, yang telah saya pilih, kami segera antri untuk membeli tiket. Masih ada sekitar 1 jam kami berbicara satu sama lain. Selama percakapan itu kami sudah mulai berbicara tentang isu-isu yang terjebak ke arah seks. Tepat pukul 7 malam, acara dimulai saya masuk ke dalam dan kembali ke kiri, tempat favorit untuk pasangan jatuh cinta. Pertunjukan belum dimulai, saya membelai kepala Dewi sambil membisikkan kata-kata menggoda. “Dewi, jika di dekatmu, saudaraku tidak tahan,” kataku sambil menyentuh payudaranya yang montok. “Ah Mas, saudara siapa di mana?” Dia berkata, dengan mata berkedip. Melihat bahwa aku segera menghancurkan bibirnya sehingga napasnya tampak terengah-engah. “Mas, jangan di sini malu dong, lihat orang.” Saya sudah terangsang segera mengajaknya keluar dari bioskop untuk memesan taksi. Padahal pertunjukkan belum dimulai hanya iklan film yang muncul.

Setelah menyebutkan Hotel **** (diedit), taksi dan bahkan kemudian melaju menuju tujuan. Sepanjang perjalanan, tanganku dengan terampil meremas payudara Dewi yang sesekali menghela nafas. Ketika tangan saya langsung menuju ke vagina, Dewi diblokir dan berkata, “Jangan di sini Mas, pengemudi pajaknya terus melihat ke belakang.” Akhirnya saya melihat di masa depan memang si pengemudi melirik kami. Sesampainya di tempat tujuan setelah membayar taksi, kami segera berpelukan dengan rengekan manja dari Dewi, “Mas Jo, kamu benar-benar pintar untuk benar-benar menstimulasiku, tapi aku belum pernah seperti ini dengan orang-orang yang belum kukenal.” Karena saya sangat tidak sabaran Dewi ke kamar yang saya pesan. Saya segera menjilat lehernya dari belakang ke depan. Kemudian dengan tidak sabar melucut satu per satu yang menempel di tubuh saya sampai saya bugil ria. Penisku yang kaku secara langsung berada dalam posisi untuk menantang Dewi.

Lalu aku membalas melucuti semua pakaian Dewi, jadi dia telanjang. Lalu dengan rakus menjilati ayam merah saya dan berkata, “Mas Kontolnya benar-benar merah saya suka.” Di posisi 69 kujilati juga vagina Dewi yang pecah dan dipenuhi bulu-bulu indah. 10 Menit, berlalu tiba-tiba terdengar suara, “Mas, aku ingin keluaarr ..”
“Cret .. cret .. cret ..”
Vagina Dewi lendir basah yang menandakan telah mencapai oragasmenya. 5 Menit kemudian saya langsung mengikutinya, “Dewi, Wi, Mas mau keluar ..”
“Crot .. crot .. crot ..”
Banyak sperma saya akhirnya diminum oleh Dewi.

Setelah itu kami beristirahat. Tidak lama setelah Dewi mengocok kembali ayam saya yang lemas. Tidak lama setelah itu penisku berdiri dan siap untuk melaksanakan tugasnya. Penisku segera mengarah ke vaginanya. Pemanasan dilakukan dengan menggosok penisku ke vaginanya. Dewi menghela napas panjang, “Mas, kontolnya benar-benar bengkok sih, nakalnya ya dulu?” Saya mengabaikan percakapan Dewi, saya langsung menyuruhnya untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya. “Dewi, masuk cepat! Jonathan tidak tahan lagi.” Tidur .. berkati .. Masuk kemaluanku ke vaginanya yang memecahkannya. Tidak lupa tangan saya meremas payudaranya sesekali menyedot payudaranya yang besar meski sedikit turun tapi tetap enak untuk disedot. Goyangan untuk bergoyang kami lewat seolah-olah tidak peduli apa yang kami lakukan salah atau tidak. Puncaknya ketika Dewi memanggil namaku, “Jonathan .. terus .. lanjutkan .. Dewi, mau keluar ..” Akhirnya Dewi keluar dengan namaku memanggil setengah berteriak, “Jonathan .. aku .. keluaar ..” sambil memegang pantatku dan mendorongnya kuat-kuat.

Belum lama ini aku merasakan hal yang sama dengan Dewi, “Wi .. ah .. ah .. tumpah atau minum Wi ..” kataku. Akhir akhirnya jari tumpah ke dalam, “Wi .. kamu hebat .. walaupun sudah punya 3 anak,” kataku sambil memuji dia. Akhirnya malam itu kami menginap di hotel **** (diedit). Kami berkencan selama 1 tahun, meskipun itu rusak, tetapi kami masih berteman baik.

Apakah ada di antara para pembaca gadis itu, janda, atau bibi yang bersedia pergi dengan saya, saya siap melayani dia, terutama jika itu lebih tua dari saya. Silakan kirim email ke alamat saya dengan nomor telepon, saya akan menelepon. Benar juga pepatah, “Kelapa tua, tentu saja juga santan”. Yang lebih tua juga bagus untuk berpacaran. TAMAT!

Video bokep Indonesia

About operator

Check Also

cerita-dewasa-ngentot-cewek-binal-berkali-kali

Cerita Sex Dewasa ML Dengan Anak Didik Sendiri

Cerita Sex Dewasa ML Dengan Anak Didik Sendiri,, Senin, Rabu dan Jumat ialah jadwalku melatih …