Home / CERITA SEX / Cerita Seks Bercinta Dengan Pasangan Lain
agen togel

Cerita Seks Bercinta Dengan Pasangan Lain

Aku dan Isteriku mempunyai pernikahan yang normal. Kami dikaruniai 2 orang anak laki-laki yang masih balita. Kami bertolak belakang usia 5 tahun. Kehidupan seks kami ketika mula pernikahan menurutku paling menyenangkan. Kami dapat melakukan hubungan seks semalam dua sampai tiga kali. Apalagi kami telah mempunyai rumah sendiri sesudah 3 bulan sempat menumpang di lokasi tinggal mertuaku sampai-sampai kami dapat saling mengeksplorasi seks kami.

Aku tergolong beruntung sebab isteriku sekalipun bermuka biasa-biasa saja namun mempunyai kulit berkulit putih dengan tubuh yang tinggi sampai-sampai terlihat menarik. Bahkan saat sudah menjadi isterikupun, teman-teman prianya di kantor berjuang merayu dia. Isteriku mengarah ke kantornya me sti berganti kendaraan umum sekali. Ia paling sering mengejar teman lelaki kantornya telah ada di lokasi ia berganti kendaraan umum guna menjemput hingga kantor. Kadang andai pulang malam isteriku, teman2x lelaki yang naksir dia tidak jarang mengantar sampai sampai ke lokasi tinggal kami. Saya tidak merasa tersebut adalah hal yang me sti dikhawatirkan sebab lumayan membantu saat saya tidak bisa menjemputnya.

Setelah kelahiran anak kami yang kedua, kehidupan seks kami menurun. Kami mengerjakan hubungan seks seminggu dua kali. Karena aku dan isteriku menyimpulkan untuk tidak meningkatkan jumlah anak maka saya selalu memakai kondom atau menerbitkan spermaku di dada isteriku. Isteriku pernah disuruh karoke dengan di antara rekan lelaki kantornya, di situ ia bercerita dipeluk dari belakang oleh rekannya tersebut. Isteriku tergolong isteri yang setia sampai-sampai ia bercerita dia menampik dengan halus anjuran ciuman dari teman prianya tersebut. Sejak tersebut isteriku selalu menampik jika disuruh pria tersebut untuk pergi karoke, kecuali andai makan siang beramai-ramai dengan teman-teman kantornya. Anehnya walaupun saya merasa marah dan cemburu, namun gairah seksku untuk isteriku bertambah mendengar ia dipeluk dari belakang oleh teman prianya tersebut. Pria yang mendekap isteriku dari belakang tersebut juga di antara rekan lelaki kantornya yang tidak jarang mengantar isteriku hingga ke lokasi tinggal kami,

Suatu hari saya menanyakan untuk isteriku tampang-tampang siapa saja yang naksir dia di kantornya. Isteriku menunjukkan mereka lewat akun facebooknya, terdapat lima pria. Salah satu dari lelaki tersebut sebut saja mempunyai nama A ternyata mempunyai isteri yang cantik dan berkulit putih laksana isteriku dan telah punya 1 orang anak. Pantas dia naksir isteriku sebab memang serupa dengan isterinya.

Suatu malam sesudah aku dan isteriku bercinta, aku iseng menuliskan bahwa sebetulnya isteri A cantik pun dan Mas naksir isterinya. Kedua anak balita kami istirahat tidur terpisah dari kami berdua dengan memasang perangkat pemantau sehingga saat salah satu dari mereka terbangun dan nangis kami mengetahuinya. Lagipula kami pun mempunyai pengasuh untuk mereka.

Aku nanya ke isteriku apa dia terdapat rasa suka dengan A? isteriku membalas sebenarnya ia bersimpati dengan A sebab A paling baik. Pernah A menantikan isteriku yang lembur guna mengantar dia hingga ke lokasi tinggal dengan selamat. Aku bertanya lagi apa A pernah memperlakukan isteriku dengan tidak sepantasnya? Isteriku membalas bahwa A kadang mengelus rambutnya, isteriku membiarkannya namun tidak mau andai dicium. Isteriku lebih lanjut menuliskan bahwa A pernah mengajaknya guna bercinta di hotel dekat kantornya, pasti saja isteriku menolak.

Aku sebenarnya paling bangga bakal kesetiaan isteriku, tetapi sebab aku naksir isteri A bilang ke isteriku bagaimana andai kita mengerjakan tukar pasangan seks/swinger dengan A. Jadilah unsur dari Dominoqq Terpercaya & mainkan Taruhan Poker, Isteriku ialah orang yang taat beribadah, sampai-sampai ia langsung menampik ideku itu.

Ternyata ideku malam tersebut mempengaruhi isteriku, sampai-sampai tanpa sepengetahuanku ia menggali tahu tentang tukar pasangan seks lewat internet. 3 bulan sesudah aku menawarkan gagasan tukar pasangan seks, isteriku bilang sesudah kami bercinta bahwa ia beranggapan boleh yuk sesekali mencoba. Aku sendiri telah lupa dengan ideku yang tiga bulan kemudian aku utarakan. Ketika suatu ketika A menyuruh isteriku guna selingkuh, isteriku menawarkan swinger kepadanya. A semula menolak, namun isteriku bersikeras bahwa untuk dapat mendapatkannya melulu swinger. Akhirnya A mengatakan mengupayakan untuk menyuruh isterinya.

Suatu hari, aku ingat sekali hari sabtu, isteriku bilang bahwa A dan isterinya inginkan datang ke lokasi tinggal sore itu. Sekalipun seketika aku menyetujuinya. Akhirnya A dan isterinya datang ke rumah. Saya ingat isteri A datang ke lokasi tinggal kami dengan baju kaos warna putih dengan rok jeans selutut. Ukuran payudaranya lebih banyak dari isteriku dengan kulit yang sama putihnya.

Aku heran kenapa A masih naksir isteriku sekalipun isterinya menurutku lebih cantik secara fisik. Setelah tersebut gantian aku dan isteriku berangjangsana ke lokasi tinggal mereka. Kamipun pernah santap malam bareng di sebuah restoran di wilayah Margonda City.

Suatu ketika isteriku menuliskan bahwa kami sekeluarga disuruh menginap di sebuah hotel di wilayah Puncak. A dan isterinya menyuruh untuk menginap semenjak kamis sampai minggu siang guna menghindari macet. Akhirnya kami menyiasati guna mengambil libur pada hari itu. Singkatnya sesudah menitipkan anak-anak kami ke orang tua isteriku, kami hingga di hotel tersebut.

A dan isterinya telah tiba terlebih dahulu. Hotel itu ternyata laksana vila di dalamnya terdapat dua kamar terpisah dengan kamar mandi di luar kamar. Di depan hotel itu ada empang renang. Kami menguras sore tersebut dengan berenang bersama. Sekalipun begitu kami tetap dengan pasangan resmi setiap takut disaksikan orang yang kenal untuk kami. Sesekali aku melirik isteri A yang berpakaian renang, ia sungguh seksi. Aku pun melihat sesekali A melirih isteriku tercinta. Setelah berenang kami berempat masuk ke hotel

Untungnya telah kami rencanakan untuk melakukan pembelian makanan di luar hotel untuk santap malam. Kami berempat telah sepakat sebelumnya guna mandi secara terpisah dan sesudah mandi kami melulu mengenakan handuk.

Setelah kami mandi, aku dan isteriku terbit kamar mandi melulu mengenakan handuk. Tidak lama lantas A dan isterinya terbit dari kamar mandi juga melulu mengenakan handuk. Kami berempat menyaksikan TV yang telah disediakan oleh pihak hotel.

Aku menyaksikan A dan isterinya telah mulai bercumbu. Aku dan isteriku kemudian pun mulai bercumbu. Aku menyaksikan isteri A tidak mempedulikan handuk yang semula menutupi payudaranya turun dan tidak mempedulikan A menghisap kedua putting payudaranya secara bergantian. Aku dan isterikupun mengikuti. Setelah sejumlah lama bercumbu aku dan isteriku duduk bersisian. A juga demikian dengan isterinya. Aku menyaksikan penis A telah berdiri tegak, peniskupun demikian.

Kami berempat tertawa, entah apa yang kami tertawakan, barangkali ini kondisi yang baru guna kami berempat sampai-sampai kami sangat merasakan momen tersebut. Kemudian A menawarkan bagaimana andai kami tukar pasangan. Isteri A mengangguk mengiyakan kemauan A, isteriku menyaksikan ke mukaku menantikan persetujuanku. Akupun memberi isyarat untuk isteriku bahwa aku merestuinya guna mendekati A.

isteriku langsung mengarah ke A dan isteri A menujuku tanpa mengenakan pakaian. Proses isteri A menujuku sungguh unik untuk disaksikan karena payudaranya besar sampai-sampai bergoyang-goyang. Aku malah tidak menyimak tubuh telanjang isteriku sebab sudah 5 tahun tidak jarang melihatnya, lain dengan A yang baru kali ini menyaksikan isteriku telanjang sampai-sampai tampak paling bergairah. Aku tidak banyak tertawa di dalam hati menyaksikan A tergiur dengan tubuh telanjang isteriku yang telah biasa aku lihat sekitar lima tahun pernikahan kami,

Setelah tersebut aku bercumbu dengan isteri A dan A bercumbu dengan isteriku. Rasanya saat tersebut sangat mengherankan bagiku. Tentu saja saya merasa cemburu menyaksikan isteriku tersayang bercumbu dengan lelaki lain dalam suasana telanjang, namun aku pun sangat merasakan tubuh telanjang isteri A. Aku menikmati seperti pengantin baru lagi. Ketika kami sedang paling bergairah bercumbu, A bertanya apakah penis dapat dimasukkan ke dalam vagina isteriku. Aku menjawab, kondom telah siap? Ternyata kondom kami masih terdapat di dalam tas di dalam mobil masing-masing,

batallah kami menikmati vagina isteri pasangan seks swinger setiap untuk sementara. Mosok kami me sti terbit dari vila kami di dalam suasana terangsang. Akhirnya kami sepakat untuk menerbitkan sperma di luar. A menyimpulkan untuk menerbitkan seluruh spermanya di mulut isteriku saat isteriku sedang mengulum penisnya. Aku menerbitkan seluruh spermaku di dada isteri A yang memang menurutku lebih montok ketimbang payudara isteriku. Setelah tersebut kami masih mencumbu pasangan kami setiap selama selama 5 menitan.

Ketika A hendak mengelap spermanya di muka isteriku, aku melarangnya. Setelah tersebut isteriku mendatangiku dan aku lepas isteri A ke pasangan sahnya. Aku mencuci muka isteriku dari sperma A dengan memakai tisu secara mesra, A pun demikian mencuci spermaku dari payudara isterinya yang montok. Aku sering menyaksikan muka isteriku blepotan spermaku, baru kali ini aku menyaksikan isteriku belepotan sperma lelaki lain. Ini memunculkan sensasi aneh, aku cemburu namun sekaligus bergairah dan senang. Setelah tersebut kami berempat mencuci diri di kamar mandi bersamaan. Sesekali aku menggosok tubuh isteri A, demikian pula A sesekali menggosok tubuh isteriku. Aku menyaksikan bahwa A benar-benar suka dengan isteriku. Setelah tersebut kami saling mengeringkan diri, aku mengeringkan tubuh isteri A, isteri A mengeringkan tubuhku, isteriku mengeringkan tubuh A, dan A mengeringkan tubuh isteriku.

Setelah tubuh kami kering kami berempat pulang berkumpul di ruang TV bertelanjang dengan pasangan resmi setiap sambil menikmati santap malam yang tadi kami beli. Kami berempat laksana sudah terbiasa saling menyaksikan tubuh telanjang kami. Aku diam-diam menyimak sekalipun sesekali A mengelus-elus kepala isterinya namun matanya menyaksikan ke isteriku. Aku sesekali membuatnya cemburu dengan menciumi isteriku dan meraba payudaranya seraya menerima suapan dari isteriku.

Setelah santap malam aku dan A mengenakan pakaian untuk memungut tas yang mengandung kondom di mobil kami masing-masing. Setelah kami masuk ke dalam, aku dan A pulang bertelanjang dan mendekap isteri sah kami masing-masing. Setelah berkata agak lama A bertanya apakah malam ini kami tidur bareng pasangan resmi setiap atau bertukar? Aku menyaksikan penis A telah kembali tegang meski belum penuh. Aku menggagas nanti malam kami bertukar pasangan sebab aku masih hendak merasakan tubuh isteri A. Aku menegaskan bahwa guna bersenggama me sti hukumnya mengenakan kondom.

Kami berempat menyetujui. A lantas melepas isterinya dan mengarah ke isteriku guna langsung menyuruh isteriku masuk kamarnya. Ia menggandeng tangan isteriku dengan mesra dan separuh menyeret isteriku masuk ke kamar. Rupanya ia telah tidak sabar hendak menikmati tubuh dan vagina isteriku. Aku langsung berbicara dengan tegas,”Tunggu dulu dong.” Sesaat A berhenti, dan memandang ke wajahku. Isterikupun demikian. Aku berdiam agak lama sambil merasakan saat-saat mereka menginginkan jawabanku. Lalu aku berkata, mosok anda meniduri isteriku tanpa tanda ijin.

A menjawab,”Kan tadi telah sepakat tukar pasangan guna malam ini.” Aku membalas A,”Iya namun tanda anda mempunyai isteriku masih di jariku.” Setelah tersebut mereka memahami bahwa yang aku maksud ialah cincin pernikahan. Aku melepas cincin pernikahanku dengan isteriku yang ada artikel nama isteriku di jari manis kiriku kemudian mengulurkannya ke A dengan tangan kananku. A mengerti, ia melepas cincin pernikahannya dan menyerahkan kepadaku. Aku memberikan cincin pernikahan yang terdapat nama isteriku, dan menuliskan dengan tulus ke A,”selama anda mengenakan cincin pernikahan ini semua tubuh isteriku halal untukmu”.

A memberikan cincin pernikahannya yang bertulis nama isterinya ke saya dan mengatakan,”Selama anda mengenakan cincin ini tubuh isteriku halal untukmu.” Isteriku lantas melepas cincin pernikahannya yang terdapat namaku di situ menyerahkannya ke isteri A dan menuliskan bahwa sekitar cincin ini anda pakai tubuh suamiku halal untukmu. Isteri A pun melepas cincin pernikahannya dan memberikan cincin itu ke isteriku dan menuliskan bahwa sekitar isteriku mengenakan cincin tersebut, tubuh A halal guna isteriku.

Setelah ritual nyeleneh itu A bergegas menyeret tangan isteriku ke dalam kamarnya, aku sempet berbicara pintu tidak boleh dikunci ya. A dan isteriku masuk kamar seraya setengah menghempaskan pintu kamar bulan madu mereka. Aku dan isteri A tidak terburu-buru masuk kamar. Kami masih bercumbu di ruang tengah. Akhirnya kami mematikan TV dan ruang tengah kemudian masuk kamar.

Aku bercinta sampai 3 kali dengan isteri A malam itu. Benar-benar laksana bulan madu yang kedua. Baru malam tersebut aku dapat menikmati vagina yang bukan kepunyaan isteriku sesudah 5 tahun pernikahan kami, sekalipun me sti mengenakan kondom. Aku menikmati sensasi yang luar biasa, lagipula mengingat isterikupun sedang melayani A di kamar sebelah. Aku dan isteri A tertidur pulas sesudah bercinta. Sekitar pukul 3 pagi aku terbangun hendak pipis, aku terbit kamar.

Setelah pipis aku penasaran dan sediki merasa cemburu, bagaimana suasana isteriku tersayang dengan A? Setelah mengobarkan lampu ruang TV, pelan-pelan aku membuka pintu kamar mereka. Di dalam kamar paling gelap. Aku tidak mempedulikan pintu terbuka sampai-sampai lampu dari ruang TV dapat menyinari kamar A dan isteriku. Aku menyaksikan A dan isteriku istirahat telanjang, isteriku di sisi kanan ranjang menghadap kanan dan A tertidur dengan mendekap isteriku dari belakang. Pelan-pelan aku mendekati isteriku, aku menyaksikan wajah isteriku paling cantik malam itu.

Tiba-tiba aku memasuki benda basah, aku lihat ternyata terdapat 4 kondom berserakan. Rupanya mereka bercinta dan mengubah kondom tidak dilemparkan ke lokasi sampah. Aku menghirup wajah cantik isteriku dan membelai rambutnya yang sedang tertidur pulas, walah ternyata bau sperma. Iseng aku menghirup selangkangan isteriku rupanya bau sperma yang khas tercium di dekat perut.

Aku merasa lega sebab vagina isteriku masih suci tidak kemasukan sperma lelaki lain. Kalo kemasukan penis lelaki lain gak papa kan aku pun menikmati vagina isteri A malam itu. Kemudian aku terbit kamar memblokir pintu, mematikan lampu ruang TV, masuk kamar di mana isteri A tertidur, memblokir pintu. Aku menyaksikan isteri A tertidur pulas. Aku memandang wajah cantik isteri A dan payudara besar yang secara sah ialah milik A dan kini sedang aku nikmati. Untuk mendinginkan rasa cemburu, aku beranggapan waktu itu,”Ku rasa sesuai aku mengijinkan A merasakan tubuh isteriku sebab aku dapat menikmati tubuh isteri A yang cantik pula,” lantas aku mendekap isteri A dari belakang di dalam suasana kami berdua telanjang dan ikut tertidur dengan hati yang puas.

Pagi tersebut saya bangun selama pukul 6. Aku menyaksikan isteri A tertidur di sebelahku. Aku membelai kepalanya, ternyata perempuan cantik tersebut terbangun. Aku mendekatkan wajahku ke wajah isteri A dan menciumnya. Ternyata ciuman selamat pagi tersebut membangkitkan gairah seks kami. Aku langsung menyambar sebungkus kondom, merobek, dan meminta isteri A memasang ke penisku. Isteri A memasukkan kondom ke penisku dengan sarat kasih sayang seakan-akan saya ialah suaminya, aku jadi merasa sayang dengan perempuan cantik ini.

Aku tidak buang2x waktu, aku langsung mengerjakan vagina isteri A pagi itu. Ketika kami sedang asyik bercinta tiba-tiba isteriku membuka pintu kamar dan masuk kamar bareng A dengan bergandengan tangan mesra. Aku semula merasa canggung, namun isteriku dan A bersikap biasa saja menyaksikan persetubuhan kami. Isteriku bilang,”Mas, berlalu bercinta anda sarapan ya, kami (A dan isteriku) telah seks pagi tadi saat bangun tidur.” Aku menjawab,”Iya say, Mas terusin dulu ya.”

Aku meneruskan mengerjakan isteri A ditonton oleh A dan isteriku hingga kami menjangkau orgasme. Selesai kami bercinta aku dan isteri A berbaring bersisian. Kami merasa lelah. Isteriku melepas tangan A yang dari tadi memeluknya dengan mesra, mendekatiku dan berbicara dengan ramah,”Selamat pagi sayang, ia menghirup pipiku.” Kami berempat mandi bareng pagi tersebut dan berhias untuk sarapan.

Sarapan kami berempat laksana tidak terjadi apa2x tadi malam. Aku dan isteriku duduk berdampingan satu meja dengan A dan isterinya yang duduk bersebelahan.

Kami santap cukup tidak sedikit karena menguras energi sangat tidak sedikit tadi malam. Kami menginap mulai dari kamis malam dan terbit dari hotel minggu siang guna kembali ke Jakarta, jadi masih dua malam lagi kami dapat menikmati tukar pasangan seks. Hari ini kami berencana pergi ke Taman Safari. Selesai sarapan kami masuk ke vila dan sempat bersangkutan seks. Kali ini dengan pasangan resmi setiap di ruang TV. Pagi tersebut aku mengerjakan isteriku dengan paling bergairah menilik semalaman ia dikerjakan oleh A. Pagi tersebut aku mengerjakan isteriku seakan-akan kembali mengklaim tubuh isteriku sebagai milikku sesudah semalaman dipinjamkan dan dikerjakan oleh A.

Saya pun melihat A mengerjakan vagina isterinya yang semalaman aku nikmati dengan sarat gairah. Setelah tersebut kami pergi dengan memakai mobil family A guna ke Taman Safari. Kami duduk dengan pasangan sah kami masing-masing.

Malam itu, kami kembali mengerjakan tukar pasangan seks di satu kamar, yakni kamar yang semalam dipakai oleh A dan isteriku. Inipun sensasi yang spektakuler untuk kami. Malam tersebut kami mengejar posisi swing kesayangan kami berempat. Posisinya begini isteriku posisi di bawah A, sedang posisi isteri A di bawahku dengan posisi saling berlawanan.

Kepala isteri A sejajar dengan posisi kepala isteriku, posisi kaki isteriku dan isteri A bertentangan di ranjang. Ketika A menggenjoti vagina isteriku, posisiku di atas dapat mencium bibir isteriku dan meraba-raba payudaranya. Ketika aku menggenjoti vagina isteri A, posisi A yang di atas isteriku dapat menciumi bibir isterinya dan meraba-raba payudaranya. Ini benar-benar menyenangkan. Aku menyaksikan wajah isteriku merasakan seks yang sekitar ini biasa aku lihat, bedanya sensasi nikmat di vaginanya diakibatkan oleh penis lelaki lain. Rasa cemburuku menyaksikan sensasi kesenangan yang dialami isteriku yang diakibatkan penis lelaki lain aku lampiaskan ke vagina isteri A.

A juga begitu menyaksikan sensasi kesenangan isterinya sebab aku garap vaginanya melampiaskan cemburunya ke vagina isteriku. Woow, ini ialah pertukaran energi birahi yang luar biasa. Malam tersebut kami istirahat berempat dengan telanjang. Posisiku dan isteriku menguntungkan kami sebab posisi kami diapit. A istirahat di sebelah luar ranjang, isteriku di tengah di sebelah A, aku di sebelah isteriku, kemudian isteri A di sebelahku di sisi luar ranjang. Ini posisi tidak sengaja jadi aku dapat memegang tangan isteri A dan isteriku bersamaan, sementara posisi A berjauhan dengan isterinya.

Sabtu pagi begitu istimewa sebab aku menyaksikan wajah isteriku yang cantik yang biasa ku lihat tiap pagi sekitar 5 tahun dan isteri A yang pun cantik bersamaan. Aku menyaksikan A memberi wajah isteriku ciuman hangat di pagi hari lalu menghirup wajah isterinya. Akupun demikian memberi ciuman hangat pagi hari di wajah isteri A dan wajah isteriku. Seperti biasa bangun pagi penisku dan A sama-sama berdiri, dilanjutkan dengan A mengerjakan vagina isteriku dan aku mengerjakan vagina isteri A. Setelah tersebut kami berempat sarapan makanan yang telah disediakan oleh pihak hotel. Sabtu siang kami pergi jalan-jalan di kebun teh dan minum wedang sekoteng. Foto-foto kami ialah ketika piknik di siang hari. Kami berempat berkomitmen guna tidak memotret pekerjaan seks kami di malam hari guna mengurangi bisa jadi ketahuan.

Sabtu malam pulang kami mengerjakan swinger di satu ranjang dengan posisi kesayangan kami di kamarku dan isteri A yang kami pergunakan pada malam kesatu di vila. Malamnya A menyuruh isteriku ke kamar yang mereka pergunakan pada malam kesatu , A menuliskan di malam terakhir ini inginkan lebih konsentrasi menggarap isteriku di kamar sebelah. Isteriku memberi ciuman lembut ke bibirku laksana meminta restuku guna menemani A di kamar sebelah sebelum menggandeng mesra A dan tidak mempedulikan dirinya digandeng ke kamar sebelah oleh A dengan telanjang meninggalkan aku dan isteri A yang sama-sama telanjang juga. Malam tersebut aku dan isteri A mengerjakan percintaan tidak dengan hebat dan terburu-buru, namun dengan perlahan-lahan.

Kami merasakan setiap saat saat kami bercinta karena tersebut malam terakhir sebelum kami pulang ke pasangan sah masing-masing. Minggu pagi setelah mengerjakan seks pagi kami berempat mandi bersama. Setelah sarapan kami mengatur pakaian-pakaian kami di dalam koper. Aku dan A saling membalikkan cincin pernikahan kami, isteriku dan isteri A pun saling membalikkan cincin pernikahan seakan-akan dengan menukar cincin itu maka saling membalikkan pasangan seks 3 malam ke pasangan sah masing-masing. Siang kami terbit dari kamar hotel dan mengarah ke Jakarta.

Setelah acara swing yang kami lakukan, aku berpesan untuk isteriku guna bersikap laksana biasa untuk A seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Keluargaku dan family A menjadi semacam sahabat. Bahkan A memberitahuku andai ada lelaki di kantor isteriku yang mendekati isteriku. Jelas aku merasa senang seakan-akan saya punya mata-mata di kantor isteriku. Kadang di BB dan WA isteriku, A memanggil isteriku dengan sebutan sayang, cinta, honey, dll.

Akupun demikian dengan isteri A. Kami seakan-akan sebuah lokasi tinggal tangga dengan dua suami dan dua isteri. Kami masih melakuan swinger sekali sebulan atau sekali tiap dua bulan. Tidak me sti di hotel, kami pernah menginap di lokasi tinggal masing-masing saat anak-anak kami cuti dan menginap di lokasi tinggal kakek dan neneknya. Untuk siapapun yang belum pernah mengerjakan swinger usahakan beranggapan baik-baik sebab di dalam agama disebutkan ketika bersenggama mereka “menjadi satu daging”. Ini terjadi di dalam keluargaku. Isteriku tahu kesenanganku ialah masakan daging empal, tetapi kini menjadi tidak jarang memasak daging rendang yang kata isteri A ialah kegemaran A.

Saya tidak jarang mendiamkan saja saat isteriku memasak daging rendang guna aku dan keluargaku, barangkali ini efek isteriku telah menjadi “satu daging” tidak melulu denganku, namun dengan A juga. A pun mengatakan bahwa isterinya kini sering memasak daging empal yang adalah kesukaanku yang menurutku ialah efek bahwa isteri A telah “satu daging” tidak melulu dengan A, namun denganku juga. Kehidupan swinger pun kadang menjengkelkan.

Pernah kami mengerjakan swinger dengan pisah kamar hotel. Seperti biasa setelah kembali dari pekerjaan swinger aku lagi bergairah dengan isteriku yang baru saja digarap sejumlah malam oleh A. Ketika aku dan isteriku sama-sama telanjang, aku menyaksikan bulu kemaluan istriku berkurang sebab dicukur. Tentu saja aku marah-marah. Isteriku bilang A yang mencukurnya, katanya tubuh istriku lebih menggairahkan baginya andai bulu kemaluan dicukur.

Aku marah sekali sebab ini ialah tubuh isteriku dan aku lebih menyenangi bulu kemaluan isteriku mempunyai lebat laksana biasa. Kalo isteri A terserah, tersebut kan hak A guna mengatur, namun untuk mengolah bulu kemaluan isteriku me sti seijin saya. Tetapi semua dapat diselesaikan dengan baik sesudah A meminta maaf dan berjanji tidak akan mengerjakan hal yang sama. Ini kehidupan rahasia family kami, di luar kami kelihatannya wajar-wajar saja pergi ke lokasi tinggal ibadah tiap hari minggu, bersosial, dll.Tetapi di balik tersebut semua terdapat kehidupan yang gelap yang kami sembunyikan terhadap dunia luar. Demikian empiris saya, semoga berguna untuk pembaca.

Video bokep Indonesia

About operator

Check Also

cerita-dewasa-ngentot-cewek-binal-berkali-kali

Cerita Sex Dewasa ML Dengan Anak Didik Sendiri

Cerita Sex Dewasa ML Dengan Anak Didik Sendiri,, Senin, Rabu dan Jumat ialah jadwalku melatih …