Home / CERITA SEX / Nikmatnya Memek Dosen Kuliahku
agen togel

Nikmatnya Memek Dosen Kuliahku

29793518102148458621179083280785071983820800n-15234433608891634325865   Pagi itu, sinar mentari belum mampu mengusir embun putih yg menyelimuti sebuah villa glamor pada tempat zenit pass. Beberapa gerombol embun masih terlihat melayang-layang tertiup angin. Pucuk-pucuk pinus masih berwarna putih tertutupi embun pagi. Rumput pada page villa masih basah.

Di pada bathtub yg berisi air hangat, theo serta fanny duduk berendam sambil berpelukan mesra. Gadis itu duduk pada atas paha theo. Telapak tangannya mengusap-usap menyabuni punggung pengajar matematikanya itu, dan dia pun mencicipi tangan lelaki itu menyabuni punggungnya.

Pelukan mereka sangat erat sampai dada mereka saling menekan satu sama lain. Sesekali fanny menunda nafas saat menggeliatkan badannya. Dadanya yg menggeliat menyebabkan puting butir dadanya mengalirkan ereksi ke sekujur tubuhnya. Puting itu semakin mengeras sesudah beberapa kali bergesekan dengan dada theo yang licin dipenuhi buih-buih sabun.

Pangkal pahanya yang terendam air hangat terasa membakar birahi waktu batang kemaluan lelaki itu menyentuh vagina sempit nya. Fanny menggerak-gerakkan telapak tangannya berasal punggung sampai ke leher theo. Sambil menyabuni, ditariknya tengkuk lelaki itu.

“fanny sangat menyayangi theo,” bisiknya.

Theo mengusap-usap bahu gadis itu menggunakan busa sabun yang berlimpah. Busa dan buih-buih berbentuk bola-bola mungil meleleh ke bagian atas dada dan punggung fanny. Lalu ditatapnya wajah yang cantik itu. Paras yang terlihat semakin menarik sebab buih-buih sabun memenuhi lehernya yang jenjang. Disibaknya rambut gadis itu ke belakang. Busa serta bola-bola mungil ikut melekat di rambut gadis itu, kemudian bola-bola itu meletus. Menawan. Sangat bagus dan mempesona, bisik hati theo.

Mungkinkah saya jatuh cinta buat yg ke 2 kalinya?, tanya theo pada hati. Jatuh cinta terhadap seseorang murid yg masih belia dan nakal? Mengapa? Mengapa..? Apakah karena sensasi serta kemanjaan yg diciptakannya? Ah.., gumam theo sambil menarik nafas panjang.

Lalu dikecupnya anak rambut di kening gadis itu. Beliau tidak mampu memikirkan pertanyaan-pertanyaan yg berkecamuk pada benaknya. Tingkah laris fanny yang lembut serta kadang-kadang liar sudah melumpuhkan nalarnya. Dia tidak mampu berpikir ketika luapan ereksi membakar tubuhnya.

“theo jua sangat mengasihi fanny. Sebelumnya tidak pernah theo rasakan nikmatnya terbakar birahi seperti saat ini..” ujar theo.

Bola mata mereka saling menatap seolah ingin menjenguk isi hati masing-masing. Lalu theo menarik tubuh gadis itu supaya lebih erat menempel ke tubuhnya. Disabuninya punggung gadis itu menggunakan kedua telapak tangannya. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, telapak tangannya terus menyusur hingga karam ke dalam air. Diusap-usapnya bongkah pantat gadis itu.

Sejenak, ia menahan nafas waktu meremas bongkah pantat yg masih elastis itu. Karena gadis itu duduk pada atas pahanya, bongkah pantat itu terasa lebih elastis daripada umumnya. Batang kemaluan theo semakin keras ketika bersentuhan menggunakan vagina sempit gadis itu.

Dia bisa merasakan kelembutan bibir luar vagina gadis itu ketika bergesekan dengan bagian bawah batang kemaluannya. Dan dengan usapan lembut, telapak tangannya terus menyusuri lipatan bongkah pantat yg elastis itu. Ia bisa merasakan lubang dubur fanny pada jari tengahnya. Diusap-usapnya beberapa kali hingga ujung jarinya mencicipi kehalusan lipatan daging antara dubur serta vagina.

“theoo.., theo nakal!” desah fanny sambil menggeliat mengangkat pinggulnya.

Walau tengkuknya basah, fanny merasa bulu roma di tengkuknya meremang akibat nikmat dan geli yg mengalir dari vaginanya. Beliau menggeliatkan pinggulnya. Geliat itu menyebabkan telapak tangan theo semakin bebas mengusap-usap. Membelai. Beliau mengecup leher theo berulang kali saat merasakan ujung jari theo menyentuh bagian bawah bibir vaginanya.

Tidak lama kemudian, telapak tangan itu semakin jauh menyusur sampai akhirnya dia merasakan lipatan bibir luar vaginanya diusap-usap. Fanny berulang kali mengecup leher theo. Kecupan panas serta liar menjadi ungkapan luapan birahi yang mendera tubuhnya. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas. Dia bisa mencicipi lendir ereksi yang semakin banyak bermuara pada vaginanya.

Karena vaginanya terendam dalam air, usapan-usapan di dinding dan bibir pada vaginanya terasa menjadi kesat. Setiap kali mengusap, lendir di vaginanya pribadi larut ke dalam air. Ujung jari itu sebagai terasa lebih kasar daripada umumnya.

Membakar ereksi buat mengalirkan kadar kenikmatan yg lebih tinggi daripada umumnya. Kenikmatannya hampir setara menggunakan liarnya pengecap theo yang menari-nari pada antara lipatan bibir vaginanya ketika mencumbu vaginanya pada balkon villa. Ia terpaksa menahan nafas buat mengendalikan kenikmatan yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.

“aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihnya berulang kali.

Lalu beliau bangkit asal pangkuan lelaki itu. Dia tidak ingin mencapai orgasme hanya sebab usapan-usapan jari yang terasa kesat pada lubang vagina sempit nya. Akan tetapi waktu berdiri, ke 2 lututnya terasa goyah. Rasa nikmat di vaginanya telah menghasilkan dirinya seolah sedang melayang-layang. Lututnya seolah kehilangan sendi.

Menggunakan cepat theo pun bangkit berdiri. Tangannya segera membalikkan tubuh gadis itu. Beliau tidak ingin gadis belia yang dicintainya itu terjatuh. Disangganya punggung gadis itu dengan dadanya. Kemudian dituangnya kembali cairan sabun ke telapak tangannya.

Serta diusap-usapkannya cairan sabun itu pada perut gadis muda itu. Saat menggerakkan telapak tangannya ke arah atas, busa sabun terdorong serta menggumpal pada antara jari jempol serta telunjuknya. Serta waktu buih-buih itu terbentur di lekukan bawah buah dada gadis itu, ia meremasnya menggunakan lembut.

Ke 2 butir dada yang kenyal itu terasa licin dan sangat halus. Telapak tangannya terus berkiprah ke atas. Beliau sengaja membuka jari jempol serta telunjuknya supaya puting butir dada yg masih mungil itu terjepit di jarinya. Sejenak, puting yang terjepit itu diremas-remasnya menggunakan lembut. Puting kiri dan kanan diremasnya bersamaan. Dilepas. Diremas kembali. Lalu telapak tangannya mengusap semakin ke atas serta berhenti di leher jenjang gadis belia itu.

“theo, aargh.., lama amat menyabuninya, aarrgghh..” rintih fanny sembari menggeliatkan pinggulnya.

Dia mencicipi btg kemaluan theo semakin keras dan besar . Hal itu bisa dia nikmati karena batang kemaluan itu semakin pada terselip pada antara lipatan bongkah pantatnya. Lalu dia mendongakkan kepala sembari menoleh ke belakang.

Diangkatnya tangan kanannya buat menarik leher lelaki itu, lalu diciumnya dengan mesra. Lidahnya menjulur serta beranjak-motilitas liar buat memilin-milin lidah theo. Tangannya kirinya meluncur ke bawah, lalu meremas biji kemaluan lelaki itu dengan gemas.

Theo menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal paha fanny. Sesaat beliau mengusap-usap bulu-bulu ikal di bagian atas vagina gadis itu. Menikmati bulu-bulu yg masih pendek dan halus itu pada ujung jari-jarinya. Lalu telapak tangannya meluncur ke bawah. Diusapnya vagina sempit itu berulang kali. Vagina yg baru kira-kira 7 jam yg lalu selaput perawannya dipasrahkan buat dilalui oleh cendawan batang kemaluannya.

Jari tengahnya terselip di antara ke 2 bibir luar vagina itu. Diusapnya berulang kali. Telapak tangannya yang dipenuhi buih-buih sabun membentuk bibir vagina dan pangkal paha itu menjadi sangat licin. Klitoris itu seolah berkecimpung menggeliat-geliat ketika ia mengusapkan telapak tangannya. Klitoris yg semakin keras dan licin karena lendir dan buih-buih sabun.

“aarrgghh..!” rintih fanny saat merasakan btg kemaluan lelaki itu semakin bertenaga menekan lipatan bongkah pantatnya.

Beliau mencicipi lendir birahinya membanjiri vaginanya. Lendir itu sempurna bercampur dengan busa sabun, pikirnya. Kemudian beliau berjongkok agar vaginanya terendam ke pada air. Dibersihkannya celah pada antara bibir vaginanya menggunakan cara mengusap-usapkan 2 buah jarinya.

Ketika menengadah, dia melihat batang kemaluan theo telah berada persis di hadapannya. Batang kemaluan itu telah membengkak serta terlihat mengangguk-angguk. Ada setetes lendir menghiasi ujung btg kemaluan itu. Persis pada bagian tengah cendawan yg berwarna kecokelat-cokelatan itu. Indah sekali, gumamnya. Lalu ditatapnya rona kemerah-merahan pada lekukan antara cendawan serta batang kemaluan itu. Bola matanya berbinar-binar mengamati lekukan yang indah itu.

Setelah puas mengamati, diremasnya btg kemaluan itu menggunakan lembut. Kemudian diarahkan ke mulutnya. Dikecupnya bagian ujung cendawan itu. Terdengar suara ‘cep’ waktu ia melepaskan kecupannya. Setetes lendir yang menghiasi ujung cendawan itu berpindah ke bagian dalam celah kedua bibirnya. Sejenak, matanya terlihat setengah terpejam ketika ujung lidah dan kedua bibirnya merasakan lendir itu.

Tubuh theo bergetar menunda nikmat saat ia melihat lidah dan bibir fanny berkiprah-gerak merasakan lendirnya. Dicicipinya menggunakan penuh perasaan! Erotis sekali! Btg kemaluannya sebagai semakin keras. Berdiri tegak! Ia meraih bahu gadis itu karena tidak bisa lagi mengendalikan tekanan darah yg memenuhi urat-urat pada batang kemaluannya.

Setelah berdiri, fanny mencicipi telapak tangan theo mengangkat paha kirinya. Sembari mencium bibirnya, telapak tangan itu permanen menunda bagian belakang pahanya sampai akhirnya dia terpaksa melilitkan kakinya pada pinggang lelaki itu. Beliau masih berusaha mengatur ekuilibrium tubuhnya waktu theo menyelipkan cendawan kemaluannya ke celah di antara bibir vagina sempit nya. Sebab tubuhnya masih belum seimbang, cendawan itu terlepas balik .

Theo relatif menekuk ke 2 lututnya saat berusaha menyelipkan pulang cendawan kemaluannya. Ia sudah sangat ingin merasakan kembali vagina yang sempit itu meremas batang kemaluannya. Nafasnya mendengus-dengus tidak teratur. Dengan terburu-buru, ia mendorong pinggulnya.

“argh, aarrgghh.., theo!” rintih fanny.
“masih sakit?” tanya theo.
“sakit dikit..” jawab fanny.

Theo menarik btg kemaluannya perlahan-huma, lalu mendorongnya balik perlahan-huma pula. Sembari mendorong, beliau menatap vagina sempit gadis itu. Pandangannya nanar seolah ada kabut yg menutupi bola matanya saat ia melihat bibir luar vagina gadis itu ikut terdorong bersama btg kemaluannya. Dia masih menatap tergoda ketika perlahan-lahan menarik balik btg kemaluannya. Bibir luar vagina itu merekah serta seolah sengaja memperlihatkan lipatan celah vagina yg berwarna pink!

“masih sakit, sayang?”
“hmm!”
“sakit?”
“enaak.., theo!”

Theo tersenyum. Dilumatnya bibir gadis itu sembari menghentakkan pinggulnya. Menggunakan cepat, btg kemaluannya menghunjam. Dia menghentikan hentakan pinggulnya serta berdiri kejang sehabis merasakan verbal rahim gadis itu tersentuh sang ujung cendawannya.

Kemudian ditatapnya raut wajah anak didik yang dicintainya itu sekaligus dikaguminya! Selain rupawan serta serta seksi, muridnya itu pun tidak pernah bertanya atau membantah saat dia menghunjamkan kemaluannya sambil berdiri. Murid yg patuh sekaligus memiliki inspirasi-pandangan baru liar yang sensasional pada bercinta.

Mungkin muridku ini memang dikaruniai bakat bercinta, kata theo dalam hati. Bakat buat menaklukkan lelaki! Alangkah beruntungnya saya sebagai gurunya! Perlahan-lahan theo menarik btg kemaluannya. Sebelah tangannya meremas bongkah pantat gadis itu dan yg sebelah lagi meremas dada.

“aarrgghh..!” rintih fanny ketika merasakan batang kemaluan theo pulang menghunjam vaginanya.

Dia terpaksa berjinjit sebab btg kemaluan itu terasa seolah membelah vaginanya. Kedua tangannya dengan erat merangkul leher theo. Ia ingin menggantung di leher lelaki itu. Lututnya terasa lemas menunda kenikmatan yang menjalari sekujur tubuhnya. Panasnya birahi membentuk pori-pori pada sekujur tubuhnya menjadi terbuka. Butir-butir keringat mulai merembes asal pori-porinya, bercampur menggunakan busa sabun yang masih tersisa pada beberapa bagian tubuhnya.

Semakin tak jarang ujung cendawan kemaluan lelaki itu menyentuh verbal rahimnya, semakin poly juga keringat merembes di sekujur tubuhnya. Sampai akhirnya keringat itu terlihat mengkristal di kulitnya! Nafas fanny beberapa kali terhenti ketika theo menarik dan menghunjamkan batang kemaluannya.

Menarik dan menghunjam dengan cepat sampai terdengar ‘cepak-cepak’ yg merdu setiap kali pangkal pahanya berbenturan menggunakan pangkal paha theo. Serta setiap kali mendengar bunyi ‘cepak’ itu, darahnya seolah terasa berdesir sampai ke ubun-ubun.

“aarrgghh.., aarrgghh.., theoo!”
“theoo.., fanny pipiis..!”

Rintihan itu membuat theo semakin cepat menghentak-hentakkan pinggulnya. Keringat bercucuran dari dahinya. Ia berusaha menahan nafas buat mengendalikan tekanan air mani yang ingin menyemprot berasal lubang btg kemaluannya.

Tapi orgasme gadis muda yang sangat dicintainya itu ternyata menghasilkan beliau tidak bisa lagi menahan tekanan air mani yg mengalir dari biji kemaluannya. Vagina sempit itu berdenyut-denyut meremas batang kemaluannya. Menghisap air mani yang masih tertahan di btg kemaluannya. Menghasilkan ia tidak berdaya buat mengendalikan friksi air mani yang menyemprot dari lubang btg kemaluannya.

“aarrgghh..! Aarrgghh..! Fanny, aarrgghh..!” raung theo sembari menghujamkan btg kemaluannya sedalam-dalamnya.

“theoo.., sstt, sstt..” desis fanny berulangkali waktu merasakan air mani lelaki yang sangat dicintainya itu ‘menembak’ mulut rahimnya.

‘tembakan’ yang pertama terasa panas serta menggetarkan hingga menghasilkan tubuhnya berdiri kejang dan punggungnya melengkung ke belakang. ‘tembakan’ kedua dan ketiga membentuk ia semakin berjinjit 1/2 bergantung pada leher theo.

“aarrgghh.., fanny! Argh.., enaknya!” rintih theo di telinga murid yang sangat disayanginya itu.

“theoo.., sstt.., sstt..!” desis fanny juga berulangkali sesaat sehabis lepas dari puncak orgasmenya!

Ke 2 telapak tangan theo memangku bongkah pantat fanny. Telapak tangannya masih bisa merasakan kedutan-kedutan di bongkah pantat itu saat gadis itu mencapai zenit orgasmenya. Serta menggunakan energi yg masih tersisa di tubuhnya,

Pada tarik bongkah pantat yg kenyal itu agar mereka tidak terjatuh. Beliau tidak ingin gadis itu terjatuh karena dia masih ingin btg kemaluannya permanen terbenam dalam kelembutan vagina sempit itu. Vagina yang sangat dikaguminya, muda, segar, dan masih berwarna pink!

“puas, sayang?” bisik theo sembari mengusap-usap punggung fanny.
“puas banget!”
“theo sangat mencintai fanny.”
“fanny pula sangat sayang di theo,” kata fanny sambil mencium bibir theo.

Mereka masih terus berciuman menggunakan mesra hingga batang kemaluan theo mengkerut dan terlepas asal vagina sempit milik fanny.

Video bokep Indonesia

About operator

Check Also

cerita-dewasa-ngentot-cewek-binal-berkali-kali

Cerita Sex Dewasa ML Dengan Anak Didik Sendiri

Cerita Sex Dewasa ML Dengan Anak Didik Sendiri,, Senin, Rabu dan Jumat ialah jadwalku melatih …