Home / CERITA SEX / Pembantu Yang Jago Bikin Saya Crootttttt
agen togel

Pembantu Yang Jago Bikin Saya Crootttttt

kali ini berbagi cerita sex tentang Pembantu Yang Suka Bikin Aku Crotttt…

Maukan anda mijit Om lagi ? Pegal2 nih kan udah seminggu? Bisa Pak, jam berapa bapak kembali ? Sekarang? Baik Pak, namun saya inginkan mandi dulu nih? Agak lama aku menantikan di depan pintu baru Rina membukanya. Maaf Pak, tadi baru mandi Kata Rina tergopohgopoh. Ah, penisku mulai bergerak naik. Rina mengenakan daster yang basah di sejumlah bagian dan jelas sekali format bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak menggunakan BH. Mungkin buruburu. Engga apaapa.

Bisa mulai ? Bisa pak saya ganti baju dulu? Hampir saja aku bilang, engga usah, anda gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget terdapat maksud beda selain mohon pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri. Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Rina masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah hingga ke bawah, membuatnya kian tampak bersinar. Warna roknya cocok benar dengan bersih kulitnya.

Dada tersebut kelihatan kian menonjol saja. Penisku berdenyut. Siap Tin? Ya pak? Dengan melulu berbalut handuk, aku rebah ke lokasi tidur, tengkurap. Rina mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini barangkali urutan yang benar. Cara memijat tubuhku unsur belakang sama laksana pijatan kesatu minggu lalu, kecuali waktu inginkan memijat pantat, Rina mencungkil handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi terhirup dari tubuhnya saat ia memijat bahuku.

Depannya Pak? Dengan tenang aku mengembalikan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Rina melirik penisku, lagi2 melulu sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas dapat melihatnya. Bayanganku akan format buah dadanya di balik pakaiannya menciptakan penisku mulai menggeliat. Apalagi saat ia mulai mengurut pahaku. Batang tersebut sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, Rina lebih tidak jarang memandangi kelaminku yang sudah dalam situasi siap tempur. Kenapa Tin ? Aku mulai iseng bertanya.

Ah engga katanya tidak banyak gugup.?Cepet bangunnya hi ..hi..hi..? katanya seraya ketawa polos. Iya dong. Kan masih sip kata kamu? Ada bedanya lagi. Kalau minggu kemudian sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung mengerjakan penisku, tanpa kuminta ! Apakah ini tanda2 dia akan mau kusetubuhi ? Jangan bercita-cita dulu, mengingatkesetiaan?nya untuk isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, melulu tanpa kocokan.

Jadi aku lupa mendaki?, cuman pengin menyetubuhinya ! Udah. Benar2 masih sip, Pak? Mau jajaki sipnya ? kataku tiba2 dan menjurus. Wajahnya tidak banyak berubah. Jangan dong Pak, tersebut kan kepunyaan Ibu. Masa sih sama pembantu? Engga apaapa asal engga terdapat yang tahu aja ? Rina diam saja. Dia beralih ke dadaku. Artinya jarak kami kian dekat, dengan kata lain rangsanganku kian bertambah, dengan kata lain aku dapat mulai menjamahnya. Antara 2 kancing baju di dadanya ada celah tersingkap yang menampakkan daging dada putih yang separuh terhimpit itu. Aduuuhhh. Aku dapat bertahan engga nih. Apakah aku bakal melanggar janjiku ? Seperti minggu lalu pun tangan kiriku mulai nakal. Kuusapusap pantatnya yang padat dan menonjol itu. Seperti minggu kemudian juga, Rina mengelak dengan sopan.

Tapi kali ini tanganku bandel, terus saja pulang ke situ walau dihindari berkalikali. Lama2 Rina membiarkannya, bahkan saat tanganku tak melulu mengusap namun mulai meremasremas pantat itu, Rina tak berreaksi, masih asyik mengurut. Rina masih saja asyik mengurut walaupun tanganku sekarang sudah menerobos gaunnya mengeluselus pahanya. Tapi tersebut tak lama, Rina mengolah posisi berdirinya dan meraih tangan nakalku karena berkeinginan mengurutnya, sambil unik nafas panjang. Entah apa makna tarikan nafasnya itu, sebab memang sesak atau mulai terangsang ? Tanganku mulai diurut. Ini berarti kesempatanku bikin menjamah wilayah dada. Pada peluang dia mengurut lengan atasku, telapak tanganku menyentuh bukit dadanya. Tak terdapat reaksi. Aku kian nekat.

Tangan kananku yang sejak tadi nganggur, sekarang ikut menjamah dada sintal itu. Paak Katanya pelan seraya menyingkirkan tanganku. Okelah, untuk sedangkan aku nurut. Tak lama, aku telah tak tahan guna tak meremasi buah dada itu. Kudengar nafasnya tidak banyak meningkat temponya. Entah sebab capek memijat atau mulai terangsang dampak remasanku pada dadanya. Yang urgen : Dia tak menyingkirkan tanganku lagi. Aku kian nakal. Kancing sangat atas kulepas, kemudian jariku menyusup. Benar2 daging padat. Tak terdapat reaksi. Merasa tidak cukup leluasa, satu lagi kancingnya kulepas. Kini telapak tanganku sukses menyusup jauh hingga ke dalam BHnya, Ah putting dadanya telah mengeras ! Rina unik telapak tanganku dari dadanya. Om kok badung sih Katanya, dan .. tibatiba dia merebahkan tubuhnya ke dadaku.

Aku sudah paling paham bakal sinyal ini. Berarti aku bakal mendapatkannya, lupakan janjiku. Kupeluk tubuhnya erat2 kemudian kuangkat seraya aku bangkit dan turun dari lokasi tidur. Kubuka kancing blousenya lagi sampai-sampai BH tersebut tampak seluruhnya. Buah dada sintal tersebut terlihat naik turun cocok irama nafasnya yang mulai memburu. Kucium belahan dadanya, kemudian bergeser ke kanan ke dada kirinya. Bukan main dada perempuan muda ini. Bulat, padat, besar, putih. Kuturunkan tali Bhnya sampai-sampai putting tegang tersebut terbuka, dan langsung kusergap dengan mulutku.Aaahhffffhhhhh. Paaaaak? rintihnya. Tak terdapat penolakan.

Aku pindah ke dada kanan, kulum juga. Kupelorotkan roknya sampai jatuh ke lantai. Kulepaskan kaitan BHnya sampai-sampai jatuh juga. Dengan perlahan kurebahkan Rina ke kasur, dada besar tersebut berguncang indah. Kembali aku menciumi, menjilati dan mengulumi kedua buah dadanya. Rina tak malu2 lagi melenguh dan mengerang sebagai tanda dia merasakan cumbuanku. Tanganku mengusapi pahanya yang licin, kemudian berhenti di pinggangnya dan mulai unik CDnya Jangan Pak.

Kata Rina terengah sambil menangkal melorotnya CD. Wah engga dapat dong aku udah hingga pada point noreturn, mesti berlanjut hingga hubungan kelamin. Engga apaapa Tin ya. Om pengin. Badan anda bagus bener ? Waktu aku membuka Cdnya tadi, jelas kelihatan terdapat cairan jernih yang lengket, mengindikasikan bahwa dia telah terangsang. Aku melanjutkan unik CDnya sampai lepas sama sekali. Rina tak menangkal lagi. Benar, Rina punya bulu kelamin yang lebat. Kini dua2nya telah polos, dan dua2nya telah terangsang, tunggu apa lagi.

Kubuka pahanya lebar lebar. Kuletakkan lututku salah satu kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku di lubang yang sudah membasah itu, kemudian kutekan seraya merebahkan diri ke tubuhnya. Auww. Pelan2 Pak. Sakit.!? Om pelan2 nih ? Aku tarik tidak banyak lalu memainkannya di mulut vaginanya. Om sabar ya. Saya udah lamaa sekali engga gini ? Ah masa ? Benar Pak? Iya deh kini Om masukin lagi ya. Pelan deh..? Benar Om engga bilang ke Ibukan ? engga dong tak waras apa? Terpaksa aku pegangi penisku supaya masuknya terkontrol. Kugesergeser lagi di pintu vaginanya, ini akan meningkatkan rangsangannya.

Baru setelah tersebut menusuk tidak banyak dan pelan. Aaghhhhfff? serunya, namun tak terdapat penolakan kaya tadi Sakit lagi Tin Rina melulu menggelengkan kepalanya. Terusin Pakperlahan? kini dia yang minta. Aku mengurangi lagi. AH bukan main sempitnya vagina perempuan muda ini. Kugosokgosok lagi sebelum aku menekannya lagi. Mentok. Kalau dengan isteriku atau Si Ani, desakan segini sudah lumayan menenggelamkan penisku di vaginanya masingmasing.

Rina memang beda. Tekan, goyang, tekan goyang, ditolong juga oleh goyangan Rina, akhirnya semua batang panisku terbenam di vagina Rina yang sempit itu. Benar2 penisku terasa dijepit. Aku unik penisku pulang secara amat perlahan. Gesekan dinding vagina sempit ini dengan kulit penisku begitu nikmat kurasakan. Setelah nyaris sampai ke ujung, kutekan lagi perlahan pula hingga mentok. Demikian seterusnya dengan bertahap meningkatkan kecepatan. Tingkah Rina telah tak karuan.

Selain mengerang dan teriak, dia gerakkan tubuhnya dengan liar. Dari tangan meremas sampai menghempaskan kepalanya sendiri. Semuanya liar. Akupun asyik memompa sambil menikmati nikmatnya gesekan. Kadang kocokan cepat, kadang gesekan pelan. Penisku dapat merasakan relung2 dinding vaginanya. Memang beda, janda muda beranak satu ini dikomparasikan dengan isteriku yang sudah kali melahirkan. Beda pun rasanya dengan Ani yang walaupun pun punya anak satu tapi telah 30 tahun dan sering ditembus oleh suaminya dan aku sendiri.

Aku masih memompa. Masih bervariasi kecepatannya. Nah, ketika aku memompa cepat, tiba2 Rina menggerakgerakan tubuhnya lebih liar, kepalanya berguncang dan kuku jarinya memegang erat punggungku kuatkuat seraya menjerit, benar2 menjerit ! Dua detik lantas gerakan tubuhnya total berhenti, genggaman makin kuat, dan penisku menikmati ada denyutan tertata di dalam sana.
Ohh nikmatnya.. Akupun menghentikan pompaanku. Lalu sejumlah detik lantas kepalanya rebah di bantal dan kedua belah tangannya terkulai ke kasur, lemas. Rina telah menjangkau orgasme ! Sementara aku sedang mendaki. Paaak ooohhhh..? Kenapa Tin ? Ooohh sedapnya ? Lalu diam, hening dan tenang. Tapi tak lama. Sebentar lantas badannya berguncang, teratur. Rina menangis ! Kenapa Tin ? Air matanya mengalir. Masih menangis. Kaya gadis yang baru diperawani saja. saya berdosa ama Ibu? katanya lantas Engga apaapa Tin.. Kan Om yang mau? Iya .. Om yang mulai sih.

Kenapa Pak ? Jadinya saya engga dapat menahan Aku diam saja. Saya cemas Pak Sama Ibu ? Om engga bakal bilang ke siapapun? Juga cemas kalo kalo ? Kalo apa Tin ? Kalo saya ketagihan Oh tidak boleh khawatir, Pasti Om kasih kalo anda pengin lagi. Tinggal bilang aja? Ya tersebut masalahnya? Kenapa ? Kalo sering2 kan lama2 ketahuan ..? Yaah mesti hati2 dong? kataku seraya mulai lagi menggoyang. Kan aku belum sampai. Ehhmmmmmm reaksinya. Goyang terus. Tarik ulur. Makin cepat. Rina pun mulai ikut bergoyang. Makin cepat.

Aku merasakan nyaris sampai di puncak. Tin Ya Pak Om. hampir. hingga ? Teruus Pak? Kalo.. terbit .gimana ? Keluarin..aja Pak Engga. apaapa? Engga.. usah dicabut? Jangan.. pak . aman.. kok? Aku mempercepat genjotanku. Gesekan dinding vaginanya yang paling terasa menyebabkan aku cepat mencaki puncak. Kubenamkan penisku dalam2 Kusemprotkan maniku kuat2 di dalam. Sampai habis. Sampai lunglai. Sampai lemas. Beberapa menit berikutnya kami masih membisu. Baru saja aku mengalami kesenangan luar biasa.

Suatu nikmat hubungan seks yang baru kini aku alami lagi sesudah belasan tahun kemudian berbulan madu dengan isteriku. Vagina Rina memanggurih?, dan aku bebas menjangkau puncak tanpa cemas resiko. Tapi benarkah tanpa resiko. Tadi dia bilang aman. Benarkah ? Tin Ya .. Pak? Makasih ya benar2 nikmat? Samasama Pak. Saya pun merasakan nikmat? Masa ..? Iya Pak. Ibu benar2 beruntung menemukan Om? Ah anda ? Baner Pak. Sama suami engga seenak ini? Oh ya ? Percaya engga Pak. Baru kali ini saya merasa kaya melayanglayang ? Emang sama suami engga melayang, gitu? Engga Pak. Seperti yang saya bilang punya Om bagus banget? Katamu tadi.

Udah berapa lama anda engga begini ..? Sejak.ehm.. udah 4 bulan Pak? Lho. Katanya anda udah cerai 5 bulan? Benar ? Trus ? Waktu tersebut saya kepepet Pak? Sama siapa? Sama tamu. Tapi baru sekali tersebut Pak. Makanya saya melulu sebulan kerja di panti pijat itu. Engga tahan diganggu terus? Cerita dong semuanya? Ada tamu yang nafsunya gede banget. Udah saya kocok hingga keluar, masih aja dia mengganggu. Saya hingga tinggalin dia. Trus kesudahannya dia ninggalin duit, cukup banyak, seraya bilang saya dirindukan di Halte dekat sini, hari Sabtu jam 10.00.

Dia inginkan ajak saya ke Hotel. Kalo saya mau, bakal dikasih lagi sebesar itu? Trus ? Saya waktu tersebut benar2 perlu buat bayar lokasi tinggal sakit, ongkos perawatan adik saya. Jadi saya mau? Pernah sama tamu yang beda ? Engga pernah Pak. Habis tersebut trus saya langsung berhenti? Kapan anda terakhirmain ? Ya tersebut sama tamu yang nafsunya gede itu, 4 bulan lalu. Setelah tersebut saya kerja jadi penolong sebelum kesini. Selama tersebut saya engga pernah?main?, hingga barusan tadi sama Om .

Enak banget barusan kali sebab udah lama engga ngrasain yaPak atau emang punya Om siip bangethi..hi..? Polos banget anak ini. Aku pun merasakan nikmat yang sangat. Dia barangkali engga menyadari bahwa dia punya vagina yanglegit?, lengketlengket sempit, dan seret.Kamu engga fobia hamil sama tamu tersebut ? Engga. Sehabis saya mencetuskan kan pasang aiyudi (maksudnya IUD, spiral perangkat KB). Waktu cerai saya engga lepas, hingga sekarang.

Om fobia saya hamil ya? Aku lega bukan main. Berarti guna selanjutnya, aku dapat dengan bebas menidurinya tanpa cemas dia bakal hamil. Jam berapa Pak ? Jam 4 lewat 5? Pijitnya udah ya Pak. Saya inginkan ke belakang dulu? Udah disitu aja? kataku sambil mengajak dia ke kamar mandi dalam kamarku. Dengan tenangnya Rina beranjak mengarah ke kamar mandi, masih telanjang. Goyang pantatnya cukup juga. Tak lama lantas Rina hadir lagi.

Baru kini aku dapat jelas menyaksikan sepasang buah dada besarnya. Bergoyang seirama tahapannya menuju ke lokasi tidur mengambil BHnya. Melihat metodenya memakai BH, aku jadi terangsang. Penisku mulai bangun lagi. Aku masih punya selama 45 menit sebelum isteriku pulang, lumayan buat satu ronde lagi. Begitu Rina mengambil CDnya, tangannya kupegang, kuremas. Om pengin lagi, Tin? Ah nanti Ibu keburu dateng , Pak? Masih ada masa-masa kok? Ah Om nih gede pun nafsunya? katanya, namun tak menolak saat BH nya kulepas lagi.

Sore tersebut kembali aku merasakan vagina legit kepunyaan Rina, janda muda beranak satu, penolong rumah tanggaku.. Hubungan seks kami selanjutnya tak butuh didahului oleh acara pijitan. Kapan aku mau bermukim pilih masa-masa yang aman (cuma Rina sendirian di rumah) seringkali sekitar jam 2 siang. Rina tidak jarang kali menyambutku dengan antusias, karena dia pun menikmati permainan penisku.

Tempatnya, lebih aman di kamarnya, walaupun tidak cukup nyaman. Bahkan dia mulaiberani? memanggilku guna menyetubuhinya. Suatu siang dia meneleponku ke kantor menginformasikan bahwa Uci udah berangkat sekolah dan Ade pergi less bahasa Inggris, itu dengan kata lain dia sendirian di rumah, dengan kata lain dia pun pengin disetubuhi. Terbukti, saat aku langsung pulang, Rina menyambutku di pintu melulu berbalut handuk. Begitu pintu kukunci, dia langsung melemparkan handuknya dan menelanjangiku ! Langsung saja anda main di sofa ruang tamu.

Video bokep Indonesia

About operator

Check Also

cerita-dewasa-ngentot-cewek-binal-berkali-kali

Cerita Sex Dewasa ML Dengan Anak Didik Sendiri

Cerita Sex Dewasa ML Dengan Anak Didik Sendiri,, Senin, Rabu dan Jumat ialah jadwalku melatih …